Berita Tanahlaut

Pesawat Jatuh di Tanahlaut Saat Cuaca Buruk, Begini Haru Biru Sinopsis Film WLCFBB

Penggarapan Film When Love Call From The Bottom of Borneo (WLCFBB) atau Cinta Memanggil dari Tanahlaut saat ini sedang berlangsung

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
Masturi untuk BPost
BUPATI Tala H Sukamta (kedua kanan) didampingi Kadispar Tala menyimak paparan Produser Film WLCFBb (kedua kiri) Joko Nugroho di  Pelaihari, beberapa hari lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Film When Love Call From The Bottom of Borneo (WLCFBB) atau Cinta Memanggil dari Tanahlaut saat ini sedang digarap oleh Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam proposal WLCFBB yang didapat banjarmasinpost.co.id, Senin (28/11/2022), produser Joko Nugroho dari Rumah Produksi Happening Film Jakarta menuturkan melalui film yang digagas bersama HM Sukamta (bupati Tala), tersebut pihaknya ingin mewujudkan sebuah film yang memiliki cerita yang baik.

Selain itu juga mampu mengangkat local value dan local wisdom yang sejatinya telah tersedia secara masif dan cukup potensial untuk dikreasikan menjadi sebuah karya yang indah dan bernilai jual tinggi.

Dikatakannya, film tersebut dibuat sebagai upaya mengenalkan Tanahlaut sebagai titik terbawah pulau Kalimantan (Bottom of Borneo). Sekaligus mengangkat dan menggali seluruh potensi ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata di Tala.

Baca juga: Gaungkan Tanahlaut di Mancanegara Lewat Film, Sukamta Sebut Anggaran Rp 5,5 Miliar untuk Jaga-jaga

Baca juga: Konser Gigi di Banjarmasin akan Diisi Penayangan Film Geopark Meratus Kalimantan Selatan

Baca juga: Pembuatan Film JSS Jadi Sorotan, Wali Kota Banjarmasin : Tak Ada Alasan Dihentikan

Sementata itu Bupati Tala H Sukamta mengatakan pemerintahannya akan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap penyelenggaraan produksi film tersebut. Mulai persiapan hingga paripurnanya nanti. 

"Sebagaimana menjadi visi kami terhadap industri pariwisata  degan menjadikan Tanahlaut yang berinteraksi (berkarya, inovasi, tertata, eligius, aktual, dan sinergi)," papar Sukamta. 

Surat dukungan juga telah ia tandatangani pada surat (bupati Tala) nomor 450/2609/umum. Juga ada surat dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan nomor 460/922/Dispusip/2022 ditandatangani AM Rhoedy Erhansyah (kepala), dan dari Dewan Kesenian daerah Tala nomor 027/DKT/SD/X/2022 ditandatangani Hadani (ketua).

Rencana film WLCFTBB tersebut akan dirilis setelah proses post produksi, destinasi pertengahan tahun depan. Bakal didistribusikan ke beberapa bioskop lokal (Indonesia) antara lain Cinema XXI, CGV, Cinepolis, dan Kota Cinema.

Selain itu juga akan bekerja sama dengan distributor  film di Malaysia dan United Kingdom (Inggris) untuk memasarkan film di masing-masing negara.

Sinopsis atau alur cerita singkat film WCLFBB tersebut mengisahkan Mantikei atau Kei (31) dan Rebecca Gilliard atau Becca (25) yang baru menikah dua bulan dan tinggal  di Jakarta ketika pesawat yang ditumpangi Kei dikabarkan  jatuh di hutan di wilayah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Kei dan Becca adalah pasangan campuran. Mantikei adalah lelaki Indonesia yang berasal dari Kalimantan Selatan, keturunan Dayak Meratus (Dayak Banjar) dan Rebecca adalah wanita asal Amerika Serikat asal Texas.

Dua bulan lalu mereka menikah setelah berpacaran selama setahun.

Kei dan Becca pertama kali bertemu di Amerindo Coal, perusahaan patungan Amerika Indonesia yang mengelola batu bara, tempat mereka bekerja.

Kei adalah putra asli Kalsel yang ditempatkan di kantor pusat di Jakarta. Maka ketika menikah dengan Becca, Kei  dan Becca memutuskan untuk tinggal di Jakarta.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved