Kriminalitas Balangan

Sebanyak 12 Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak Ditangani Polres Balangan Kalsel Selama 2022

Unit PPA Satreskrim Polres Balangan tangani 12 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, 9 kasus diselesaikan dan 3 kasus masih dalam penanganan.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ISTI ROHAYANTI
Kepala Satreskrim Polres Balangan, Iptu Kridmandra. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Sepanjang 2022, Polres Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), tangani 12 perkara tindak pidana yang melibatkan perempuan dan anak, baik sebagai korban dan ada pula yang menjadi pelaku. 

Dari 12 kasus tersebut, sembilan di antaranya sudah diselesaikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Balangan dan 3 kasus masih dalam proses penanganan. 

Terdata, banyaknya kasus asusila dan kekerasan terhadap perempuan dilakukan oleh orang terdekat, baik itu ayah tiri, ayah kandung, saudara hingga pasangan. 

Kepala Polres Balangan, AKBP Zaenal Arifin, melalui Kasatreskrim, Iptu Krismandra mengatakan, dari 12 kasus yang ditangani oleh Unit PPA sebanyak 6 di antaranya merupakan kasus tindak asusila.

Baca juga: Dua BPK di Banjarmasin Dibobol Pencuri, Mesin Pemadam Senilai Rp 45 Juta Raib

Baca juga: Mesin Pompa Air Pemadam Kebakaran Milik BPK di Banjarmasin Raib Digondol Maling

Baca juga: Keluyuran Saat Jam Kerja, Puluhan ASN di Banjarmasin Terjaring Razia BKD Diklat dan Satpol PP

Dari 6 kasus asusila tersebut, 5 di antaranya sudah selesai bahkan ada sudah yang memiliki keputusan pengadilan.

Sedangkan 1  kasus lainnya masih dalam proses lidik, yakni kasus percobaan pencabulan di wilayah Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan, pada Oktober lalu. 

"Terhadap kasus percobaan pencabulan tersebut kami masih melakukan lidik dan berupaya menangkap pelaku," terangnya, Senin (28/11/2022).

Kemudian, Iptu Krismandra mengimbau masyarakat, agar peduli dengan korban, lapor kalau ada kasus asusila supaya cepat ditangani.

Baca juga: Penipuan di Kalsel, Berkedok Arisan Online, Perempuan di Tabalong Embat Rp 173 Juta dari Korban

Baca juga: Narkoba di Kalsel - Dua Kurir Narkoba Dibekuk Jajaran Satresnarkoba Polres Balangan

Baca juga: Satu Unit Gudang Semi Permanan Hangus Terbakar di Desa SawangTapin

Korbannya, diharapkan bisa dilakukan pendampingan, untuk memulihkan kesehatan mental agar tidak mengalami trauma.

Selain itu, dalam penanganan kasus kejahatan seksual terhadap anak, pihaknya selalu menggandeng orang tua korban, psikiater, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di dinas terkait.

Tak kalah penting, lanjut dia, dilaksanakan pula sejumlah upaya untuk menekan berulangnya kasus kejahatan seksual terhadap anak. Terutama pada wilayah yang rentan. 

Unit PPA Satreskrim Polres Balangan bersama Satbinmas dan Bhabinkamtibmas melakukan penyuluhan ke sekolah untuk memberikan imbauan dan pemahaman tentang efek kejahatan seksual.

Baca juga: Terseret Korupsi Kredit Investasi Fiktif, Oknum Pegawai Bank di Marabahan Dituntut 6 Tahun Penjara

Baca juga: Baru Diresmikan Wali Kota, Pagar Jembatan Apung di Banjarmasin Penyok

Baca juga: Perusahaan di Kalsel Tak Terapkan UMP Baru Bakal Dikenakan Sanksi

Sementara itu, dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Balangan, juga melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Utamanya, melakukan penanganan trauma bersama pihak Polres Balangan

Merujuk data yang diberikan oleh Kadinsos PPPA PMD Kabupaten Balangan, Urai Nur Iskandar, pada 2022 untuk penanganan terhadap kasus perempuan, ada 6 perkara. Tiga di antaranya dilakukan oleh suami kepada istri. 

Sedangkan  untuk kasus KDRT, ada 5 kasus yang ditangani, lalu 1 kasus kekerasan seksual. 

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved