Ekonomi dan Bisnis

Harga Kedelai Tembus hingga Rp 14 Ribu Per Kg di Pasaran Banjarmasin

Harga kedalai pada bulan lalu Rp 13 kilogram per kg, pada November 2022 menjadi Rp 14 ribu per kg di distributor di Banjarmasin, Kalsel.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Tempat pembuatan tahu di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (29/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjelang akhir tahun, bahan dasar pembuatan tahu dan tempe, yakni kedelai, harganya naik pada November 2022.

Pemasok atau distributor kedelai di Pasar Harum Manis , Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel),  Sony, membenarkan mengenai terjadinya kenaikan harga kedelai.

Perkiraannya, harga itu akan tetap bertahan hingga akhir Desember 2022. 

"Kedelai per kilogramnya sekarang Rp 12.900. Kenaikan ini sudah satu bulan terakhir. Pada bulan lalu, Rp 12.100 per kilogram," bebernya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (29/11/2022) . 

Mengenai stok kedelai, dia tidak khawatir, karena ketersediaannya masih aman.

Baca juga: PAM Bandarmasih Hentikan Distribusi Air, Pelanggan di Banjarmasin hingga Kabupaten Banjar Terdampak

Baca juga: Warga Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Bersyukur Mendapat Dana BLT BBM

Baca juga: Sayangkan Besaran Kenaikan UMK Kalsel 2023, Kadin Kalsel Berharap Pengusaha Tidak Lakukan PHK

"Di gudang saya ada sekitar 20 ton. Jadi, stok masih aman," kata Sony. 

Karena di tingkat distributor harganya segitu, maka di eceran pun juga kian mahal atau naik. Bahkan sudah tembus Rp 14 ribu per kg. 

"Kalau di eceran, memang Rp 14 ribu per kilogram," tandas Sodik, salah satu pengecer kedelai. 

Kondisi ini mengakitbatkan perajin tahu semakin merana.

"Kami sudah tidak bisa membuat tahu banyak-banyak. Kami sekarang inii sesuai order pesanan saja," kata salah satu perajin tahu, Surip. 

Baca juga: Penanganan Jalan Longsor Kilometer 171 Satui Barat Tanahbumbu Tunggu Survey DED

Baca juga: Keberhasilan Budidaya Holtikultura Petani Lokal Berandil Ikut Kendalikan Inflasi di Tabalong

Baca juga: UMKM Binaan Bank Kalsel Manisnya Bisnis Madu hingga Go Nasional

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, Fathurrahman, mengatakan, stok kedelai kurang karena permintaan  masih tinggi. Ini pula yang membuat harganya mengalami kenaikan. 

"Kami monitor, harga kedelai sebelumnya berkisar Rp 13 ribu, kini kembali naik di kisaran Rp 14 ribu per kilogram di tingkat pengecer," beber dia. 

Meski ada kenaikan harga, tapi menurutnya, tidak berpengaruh terhadap keperluan hari besar keagamaan nanti. Situasi seperti ini hanyalah fluktuasi dari permintaan perajin tempe dan tahu lokal.

Diketahui, untuk kedelai ini adalah impor dari Amerika. Sedangkan kedelai lokal, tidak bisa untuk menjadi bahan baku membuat tahu dan tempe karena kualitasnya kurang baik.

( Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved