Bank Kalsel

UMKM Binaan Bank Kalsel Manisnya Bisnis Madu hingga Go Nasional

Madu Annur produk Yuliana, warga Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin, nasabah Bank Kalsel, pasarannya di Kalimantan, Sumatra, Jawa, Sulawesi.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Yuliana saat mengikuti kegiatan pameran di Bazar UMKM Bank Kalsel di Taman Siring KM 0 Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banyak produk madu kemasan yang dijual di pasaran, namun produk madu satu ini mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi, bahkan pasarnya merambah nasional.

Madu Annur yang dikemas dan dijual Yuliana, warga Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), disukai banyak konsumen karena memang terjamin sebagai madu asli hutan Kalimantan.

Menurut Yuliana, dirinya mendapat pasokan madu dari mitra usaha yang berasal dari Desa Sebangau, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Dan, sudah 10 tahun kerja sama ini berjalan.

"Modal awal hanya 5 kilogram madu. Alhamdulillah, seiring waktu ada peningkatan penjualan," ujarnya. 

Madu asli dari hutan Kalimantan tersebut dikemas dalam botol berbagai ukuran dan jeriken. Selanjutnya, diberi label produk madu Annur.

Madu Annur produk Yuliana pasarannya di Kalimantan, Sumatra, Jawa, Sulawesi.
Madu Annur produk Yuliana, warga Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin, nasabah Bank Kalsel, pasarannya di Kalimantan, Sumatra, Jawa, Sulawesi.

Selain offline, Yuliana juga memasarkan madu Annur secara online melalui media sosial yang ternyata lebih dominan dalam melariskan dagangannya.

"Pembelinya mayoritas dari luar Kalimantan, yaitu dari Sumatera, Sulawesi, Jawa," terang Yuliana.

Mengenai stok, pemasok mengirim per tiga bulan sebanyak tiga pikul atau 300 kg. Selama ini stok selalu aman walau kadang bisa pula kosong.

"Pernah musim hujan, stok kosong, sebab pemasok kesulitan memanen madu," jelas Yuliana.

Selama pandemi Covid-19 lalu, madu Annur termasuk brand yang banyak dicari masyarakat. Bahkan sering dikirim ke sejumlah rumah sakit.

"Madu adalah hasil alam yang merupakan obat dari segala penyakit. Makanya banyak diperlukan saat pandemi lalu," kata Yuliana.

Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan mengonsumsi madu, antara lain batuk, lambung, kelainan jantung, tekanan darah dan sebagainya.

Yuliana yang juga nasabah Bank Kalsel, mengatakan, mengenai omset bulanan sekitar Rp 18 juta. Dan  berharap, bisa terus meningkatkan produksi dan penjualan.

"Target saya punya galeri atau toko representatif, sehingga ada tempat yang lebih luas, dari pada jualan di rumah," terang Yuliana.

Dalam upaya meningkatkan skala usaha, dirinya juga berniat mengajukan bantuan modal ke Bank Kalsel dan ada pembinaan yang terarah.

"Saya ingin meningkatkan usaha melalui penerapan manajemen, punya gudang, ada  karyawan pengemasan dan lainnya," tandasnya Yuliana. (AOL/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved