Berita HSS

Akses Jalan Rusak, Warga Dusun Kedayang HSS Kalsel Berjalan 16 Km Tandu Warga yang Sakit

Akses jalan yang rusak membuat warga Dusun Kedayang Kecamatan loksado Kabupaten HSS Kalsel harus berjalan 16 km menandu warga yang sakit

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
Warga Kedayang untuk BPostĀ 
Tangkap layar video warga Kedayang tengah menandu warga sakit. Akses jalan yang rusak, membuat warga harus berjalan 16 kilometer menandu warga yang sakit. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Akses jalan yang sulit membuat hingga kini Dusun Kedayang Desa Haratai Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tak bisa dicapai dengan kendaraan roda empat.

Kondisi ini, menyulitkan setiap ada warga yang sakit atau akan melahirkan.  Warga yang sakit harus ditandu dari Dusun Kedayang menuju Desa Loksado sejauh 16 kilometer. 

Sebagaimana yang dialami warga bernama Abil (40).  Ia harus ditandu dan dibawa bergantian oleh warga Dusun Kedayang menuju Desa Loksado, Rabu (30/11/2022). 

Ia terpaksa dibawa dengan tandu karena sakit rematik parah. Sehingga menyulitkannya untuk duduk di kendaraan roda dua. 

Baca juga: Jalan Rusak di Mantimin Kabupaten Balangan Kalsel, Satu Truk Terjebak di Lokasi

Baca juga: Jalan Rusak Jati Baru-Pasar Jati Kabupaten Banjar, Warga Berharap Segera Diperbaiki

Ia dibawa dengan tandu sejak pukul 08.00 hingga pukul 10.00 Wita. 

Desa Loksado satu-satunya jalan terakhir yang bisa dilintasi kendaraan roda empat. Sedangkan untuk ke Dusun Kedayang dan Desa Haratai, harus menggunakan kendaraan roda dua. 

Kendaraan roda dua pun juga sulit. Apalagi, jalan di Dusun Kedayang rusak parah. 

Beberapa kali warga mengusulkan agar akses jalan di sana diperbaiki. Namun, hasilnya tetap nihil. 

Kepala Desa Haratai, Asto membenarkan jika ada warganya yang ditandu karena sedang sakit. 

Dibeberkannya, warganya tersebut ditandu agar bisa mendapatkan penanganan intensif di Rumah Sakit Brigjend H Hasan Basry Kandangan.

Disebutkannya, warga yang menandu jumlahnya puluhan orang. Dengan sistem bergantian membawa tandu. 

Tandu tersebut bisa diangkat dengan empat orang. "Jadi harus bergantian. Harus bergantian. Tidak bisa empat orang saja. Jauhnya 16 kilometer kami harus berjalan," katanya. 

Asto pun meminta agar Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan memperhatikan akses jalan di Dusun Kedayang. Terlebih ketika ada masyarakat sakit seperti sekarang. 

Apalagi, jalannya yang curam serta rusak parah. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved