Berita Banjarmasin

Antisipasi Bencana Alam, Dinkes Kalsel Bentuk Disaster Medical Team

Dinkes Kalsel membentuk Disaster Medical Team (DTM) yang akan menjadi tim penanganan kesehatan saat terjadi bencana

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/ISTI ROHAYANTI
Ilustrasi-Banjir di Kalsel. Bupati Abdul Hadi dan Kapolres mendatangi warga di lokasi banjir di Desa Mungkur Uyam, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (20/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membentuk Disaster Medical Team (DTM) yang akan menjadi tim penanganan kesehatan saat terjadi bencana.

Kadinkes Kalsel dr Diauddin mengatakan, DTM merupakan wadah dalam penanganan krisis kesehatan akibat bencana dan wabah secara terarah, terpadu dan terkoordinir di klaster kesehatan.

Apalagi Kalsel memiliki siklus bencana yang hampir terjadi setiap tahun terjadi yakni bencana banjir, tanah longsor, puting beliung, gelombang pasang rob, dan karhutla.

"Oleh karena itu, kita perlu kesiapan yang maksimal dalam penanganan bencana seperti pada awal tahun 2021 yang lalu, kita sama-sama mengalami bencana banjir yang cukup besar yang hampir terjadi di seluruh wilayah Kalsel di 11 kabupaten/kota," kata Diauddin.

Baca juga: Dipimpin Bupati H Anang Syakhfiani, Polres Tabalong Gelar Apel Kesiapan Penanganan Bencana Alam

Baca juga: Kapolda Kalsel Pimpin Apel Kesiapan Penanganan Bencana Alam, Vibraphone Bisa Deteksi Korban

Baca juga: Antisipasi Hadapi Bencana Alam, Gudang Pemprov Kalsel Diisi Penuh dengan Logistik Bantuan

Menurutnya, kondisi bencana yang timbul akibat peristiwa alam maupun kelalaian manusia, memerlukan penanganan bidang kesehatan yang melibatkan berbagai macam profesi di bidang kesehatan.

Untuk itu, dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mencegah kecacatan korban bencana, komponen yang penting adalah tersedianya tim gawat darurat medis/disaster medical team.

Disaster medical team merupakan tim kegawatdaruratan medis untuk kebencanaan atau wabah yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan layanan kesehatan untuk memperkuat system pelayanan kesehatan di daerah terdampak dan membantu percepatan pemulihan sistem kesehatan yang ada.

“Jadi untuk meningkatkan hal tersebut, diperlukan suatu tim yang telah dilatih dari berbagai macam profesi kesehatan yang ada. Penanganan bencana yang didahului oleh persiapan, tentu akan memberikan harapan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian,” ungkapnya. 
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved