Berita Tanahlaut

Eriska Bohongi Polsek Pelaihari Kalsel, Kasus Begal Cuma Rekayasa Hindari Hal Ini

Pegawai koperasi, Eriska Amelia Sari (19), ketahuan bohongi Polsek Pelaihari tidak dirampok tapi uangnya tercecer di jalanan sehingga takut dipecat.

Penulis: Idda Royani | Editor: Alpri Widianjono
BJ UNTUK BPOST
Kepala Polsek Pelaihari, Ipda May Felly Manurung, menghadirkan Eriska dan Salman di kantornya, Selasa (29/11/2022) sore. Keduanya meminta maaf kepada publik atas cerita bohong tentang dirampok atau dibegal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ternyata rekayasa, kasus begal di jalan kebun sawit PTPN 13 arah ke Desa Tebingsiring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pada 21 November 2022.

Eriska Amelia Sari (19), warga Jalan Perintis Tengah RT 29 Pelaihari, kala itu mengaku menjadi korban begal. Belakangan, ketahuan mengarang cerita bohong. 

Semua pernyataannya kepada polisi di Polsek Pelaihari yang memproses laporannya, ketahuan hanyalah karangan.

Dengan kata lain, perempuan muda yang bekerja di koperasi swasta itu telah membohongi polisi dan warga yang saat itu membantu menolongnya.

Baca juga: Pemilik Ribuan Butir Pil Jin Diciduk Polisi di Rantau Kanan, Digiring ke Polres Tapin

Baca juga: Bayi Laki-laki Dibuang di Teras Rumah di Banjarbaru, Polisi Ungkap Dugaan Sementara Motif Pelaku

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel - Pergoki Pencuri di Kamarnya, Warga Desa Telang HST Dibunuh Pelaku

Hal itu terungkap ketika petugas Polsek Pelaihari melakukan penyelidikam di lokasi kejadian dan pendalaman keterangan terhadap sejumlah saksi. Ada tiga warga yang kala itu juga berada di jalanan PTPN 13.

"Ada yang tidak klop atau rancu antara keterangan korban dan sejumlah saksi," papar Kepala Polres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kapolsek Pelaihari Ipda May Felly Manurung, Selasa (28/11/2022).

Saksi, paparnya, menuturkan kala itu sempat melihat penjual sayur mayur, Salman (40), warga Desa Panggungbaru, Kecamatan Pelaihari, memungut uang Eriska yang tercecer di jalanan. Lalu, menyerahkan uang itu kepada Eriska.

Petugas kemudian kembali meminta keterangan Eriska dan Salman. Keduanya akhirnya mengaku bahwa sebenarnya tidak pernah terjadi pembegalan.

Baca juga: Kebakaran Juga Hanguskan 2 Motor di SBPU Wasah Tengah Kabupaten HSS Kalsel, Ini Pemiliknya

Baca juga: Mesin Pompa Rusak terbakar, Kerugian SPBU Wasah Tengah HSS Kalsel Mencapai Rp 1 Miliar 

Baca juga: BREAKING NEWS - Kebakaran SPBU di Wasah Tengah Kabupaten HSS Kalsel, Ini Penyebab Sementara

Eriska menuturkan saat itu uangnya ada di dalam tasnya tercecer di jalanan PTPN 13 menuju arah Desa Tebingsiring Kecamatan Bajuin. Itu adalah uang tagihan milik koperasi tempatnya bekerja.

Hal itu dikarenakan resleting tasnya terbuka atau tidak rapat. Setelah Salman menyerahkan uang Eriska yang tercecer, pekerja koperasi ini menghitung dan ada kekurangan sebesar Rp 1.250.000. 

Eriska bingung panik dan takut karena pasti bakal dimarahi atasannya dan tidak punya uang untuk mengganti. Sementata, ia belum lama bekerja di koperasi tersebut, sehingga takut dipecat.

"Dari situlah kemudian muncul gagasan dari keduanya, dikaranglah cerita seolah-olah Eriska jadi korban begal. Tujuannya agar Eriska tak dimarahi atasannya," papar Felly. 

Baca juga: Nekat Cetak STNK dan Notice Pajak Palsu Motor Curian, Pria Asal HST Kalsel Diringkus Tim Gabungan

Baca juga: Ratusan Potong Kayu Tak Bertuan di Cantung Kabupaten Tanah Bumbu Diangkut Polhut Kalsel

Baca juga: Pohon, Tiang Listrik hingga Baliho Penunjuk Arah di Banjarmasin Roboh, Tak Ada Korban

Atas cerita bohong itu, Eriska dan Salman mengaku sangat menyesal. "Saya meminta maaf kepada semuanya. Saya minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi," ucap Eriska saat berada di Mapolsek Pelaihari kepada wartawan, Selasa sore.

Ia mengatakan, kala itu sangat kalut dan panik. Dirinya takut dimarahi atasannya dan takut dipecat.

Senada diutarakan Salman. Ia juga memohon ampun maaf kepada semua pihak karena telah berbohong.

Penjual  sayur ini mengatakan niatnya cuma ingin membantu Eriska yang kala itu sangat sedih karena kehilangan sebagian uang tagihan. Dirinya teramat kasihan.

Apakah Eriska dan Salman diproses hukum atas cerita bohongnya tersebut? "(Cukup) permohonan maaf kepada masyarakat dan pernyataan saja (tidak mengulangi,red),"  tandas Felly. 

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved