Gempa di Cianjur

Ini Dia Walet, Anjing Pelacak yang Bantu Pencarian Korban Gempa Cianjur, Temukan Puluhan Jenazah

Inilah walet anjing pelacak anggota K-9 yang turut melakukan pencarian korban gempa Cianjur. ia turut temukan 10 janazah

Editor: Irfani Rahman
(ANTARA/Andi Firdaus)
Inilah Walet anjing pelacak anggota K-9 bersama sang Pawang Mabes Polri Bripda I Gusti Agung Gede Purnama Putra. Walet turut bantu pencarian korban gempa Cianjur 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ratusan tim gabungan berupaya keras hingga kini melakukan pencarian terhadap para korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Hingga Selasa (29/11/2022) kini tercatat 327 warga meninggal dan 13 orang masih hilang.

Selain ratusan petugas melakukan pencarian, tim pencari juga melibatkan walet. Siapa walet? ternyata ia adalah anjing pelacak yang merupakan  anggota K-9.

Bahkan Walet berhasil mendeteksi keberadaan sekitar 10 jenazah warga dalam pencarian di di Desa Cijedil, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, dalam enam hari misi pencarian di lokasi kejadian.

Walet sendiri terlihat agreif kala di suruh sang pawang melakukan pencarian. I abergerak cepat diantara reruntuhan dan mengedus melakukan pencarian.

"Walet sampai hari ini sudah menemukan 10 korban. Semua ditemukan berdasarkan petunjuk dari keluarga korban," kata Pawang Tim K-9 Mabes Polri, Bripda I Gusti Agung Gede Purnama Putra di Cugenang, Senin (28/11/2022), dikutip dari Antara.

Baca juga: Jumlah Korban Gempa Cianjur Terus Berambah, Terbaru 327 Orang Meninggal, Hilang Jadi 13 Orang

Baca juga: Kunci Jawaban dan Pembahasan PAS Kelas 12 SMA IPA, Mata Pelajaran Kimia dan Fisika

Anjing berusia 2,5 tahun itu dilibatkan dalam misi kemanusiaan bersama Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan dari unsur Basarnas, TNI, dan relawan di RT 3 RW 1 Cijedil sejak Rabu (23/11/2022) atau H+2 kejadian gempa bermagnitudo 5,6 di Cianjur.

Tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama pawang membagi area tanah longsor menjadi dua titik, masing-masing seluas 100x50 meter persegi.

Anjing berpostur tegap dengan bulu gelap itu mampu membedakan bau bangkai hewan dan jasad manusia berkat latihan rutin mengendus aroma serupa jasad manusia yang sudah membusuk dari bahan kimia yang hanya boleh digunakan oleh fasilitas pelatihan bersertifikat.

Dalam setiap pelatihan, anjing pelacak dilatih mempertajam kemampuan mendeteksi jasad manusia yang sudah membusuk menggunakan ampul-ampul bahan kimia tersebut.

Walet mencari jasad korban rata-rata lima kali dalam sehari selama 10 hingga 15 menit.

"Walet main bisa lima kali sehari. Ini sangat menguras tenaganya di medan yang penuh lumpur," katanya.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB.

Pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 km di koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur, Senin (21/11) sekitar pukul 13.21 WIB.

Data terbaru pada Selasa (29/11/2022) pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat gempa Cianjur mencapai 327 jiwa.

Sementara korban hilang mencapai 13 orang yang tersebar di wilayah Desa Cijedil dan Desa Mangunkerta, Cianjur.

Baca juga: Skincare Alami Ada pada Ikan, dr Zaidul Akbar Sebut Bagus untuk Mengencangkan Kulit

Baca juga: Rincian UMP 2023 di 34 Provinsi di Indonesia, Upah Tertinggi DKI Jakarta, Terendah Jawa Tengah

Baca juga: Penampakan Mumi Lidah Emas, Ahli Perkirakan Berusia 2.500 Tahun, Fungsinya Masih Misterius

Adapun korban luka berat ada 595 orang dan 68 orang masih menjalani perawatan di semua rumah sakit di Cianjur.

Jumlah pengungsi saat ini mencapai 108.720 orang yang menempati 451 posko pengungsian.

Sumber : Kompas.com

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved