Berita Batola

Jadi Langganan, Warga Bantaran DAS Barito di Batola Sebut Banjir Rob Melebihi Kebiasaan

Menurut Dijah, warga Desa Sinar Baru, Kecamatan Rantau Badauh, banjir rob saat ini sudah melebihi kebiasaan.setiap bulan terjadi dan lebih tinggi

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Fenomena Banjir Rob, Sejumlah Kawasan di Batola Turut Terendam, Minggu (6/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Fenomena banjir rob sudah menjadi penomena tahunan yang biasa terjadi di Kabupaten Barito Kuala (Batola), terutama bagi penduduk yang bermukim di sekitar DAS Barito

Menurut Dijah, warga Desa Sinar Baru, Kecamatan Rantau Badauh, banjir rob atau yang biasa disebut masyarakat setempat air pasang ini setiap tahun pasti terjadi.

Setahun terakhir, intensitasnya malahan lebih tinggi, hampir di setiap bulan ada terjadi dan melebihi kebiasaan. 

"Jadi kalau rumah yang dihuni lantainya kurang tinggi, terlebih lagi berada di tepi Sungai Barito sudah pasti terendam," ujar Dijah, Rabu (30/11/2022). 

Baca juga: Banjir Rob yang Selalu Menghantui Warga Banjarmasin, Lima Kecamatan Tak Luput dari Genangan

Baca juga: Banjir Rob di Kalsel, Kades Tanipah Kabupaten Banjar Begadang untuk Hilangkan Lumpur

Baca juga: Terdampak Banjir Rob, Dua Bulan SDN Banua Anyar 4 Banjarmasin Tergenang Air

Ia pun mengatakan, di tiga hari terakhir ini debit air pasang terbilang tinggi, terutama pada pukul 11 hingga menjelang dini hari. 

Mengantisipasi agar barang-barang tidak basah dan rusak, warga pun mengamankannya ke tempat yang lebih tinggi. 

"Jadi untuk beberapa hari ini kami di rumah memindah barang-barang dan tidur di dapur. Karena di situ lantainya lebih tinggi," ucap Dijah. 

Tak jauh berbeda, sebagian kawasan di Kecamatan Marabahan juga menjadi sasaran air pasang saat menjelang tengah malam. 

Seperti yang dialami Asrah, warga Jalan Gawi, Sabumi, air pasang turut menggenangi lantai rumahnya hingga mata kaki beberapa jam. 

Kondisi ini membuat keluarganya tidak tidur nyenyak, karena was-was kondisinya bisa makin parah. 

"Sudah tiga hari ini yang terbilang parah, tapi jelang pagi hari surut kembali," ungkap Asrah. 

Terkait fenomena banjir rob ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola juga telah menetapkan status siaga bencana. 

Hal ini berkenaan cuaca ekstrem dengan curah hujan yang juga sudah terbilang tinggi, adanya potensi banjir, hingga puting beliung. 

"Kita juga sudah melakukan apel siaga bencana bersama Polres Batola dan Instansi lainnya dalam menghadapi cuaca ekstrim ini," beber Budimansyah, Kalak BPBD Batola. 

Selain itu, pihaknya juga telah memetakan sejumlah kawan yang rawan terjadi puting beliung maupun terendam air pasang. 

"Terutama di sepanjang DAS Barito, biasanya selalu menjadi langganan terendam air pasang. Jadi sama-sama harus lebih waspada," pintanya. 

Baca juga: Ancam Pesisir Kotabaru, BPBD Prediksi Banjir Rob Tertinggi Terjadi Pertengahan Desember

Kalak pun mengatakan, selain sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat, BOBD Batola juga menyiapkan sejumlah armada untuk siap digunakan ketika perlu. 

Seperti kendaraan roda dua, roda empat, pelampung, dapur umum, hingga perahu karet. 
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved