Jelang Pemilu 2024

Jelang Pemilu 2024, Calon Anggota DPD di Kalsel Sudah Bisa Buat Akun Informasi Pencalonan

Jajaran KPU Kalimantan Selatan (Kalsel) siap untuk menerima berkas dan data bakal calon anggota DPD RI. Dukungan bakal calon bisa diunggah di website.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
HUMAS KPU KALSEL
Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Persyaratan Pencalonan Anggota DPD dalam Pemilu 2024 diadakan Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Selatan (KPU Kalsel) di Banjarmasin, Rabu (30/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jelang masa penyerahan dukungan pencalonan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mulai 6 Desember 2022, jajaran KPU Kalimantan Selatan siap untuk menerima data.

Anggota KPU Kalsel, Eddy Ariansyah, pada Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Persyaratan Pencalonan Anggota DPD dalam Pemilu 2024, mengatakan, pihaknya siap menerima berkas dari para bakal calon (balon).

"Bahkan registrasi ataupun pembuatan akun Sistem Informasi Pencalonan (Silon) sudah bisa dilakukan saat ini ke KPU Kalsel," sebutnya padaegiatan itu di Kota Banjarmasin ini, Rabu (30/11/2022).

Dengan demikian, para Balon DPD RI bisa melakukan input data dukungan pemilihnya.

Baca juga: Curi Handphone di Rumah Mantan Bos, Pria di Banjarbaru Digulung Petugas Polres Banjarbaru

Baca juga: Kepergok Saat Beraksi Mencuri HP di Peringatan HUT Kab HSS, Pria Ini Selamat dari Amuk Massa

Baca juga: Bayi Dibuang di Palam Kota Banjarbaru Kini Dirawat di Panti Dinsos Kalimantan Selatan

Syaratnya untuk pembuatan akun ini juga mudah, cukup mengajukan permohonan kepada KPU yang dilengkapi dengan KTP elekronik.

"Sesuai tahapan Pemilu, mulai 6 Desember hingga 25 November 2023, calon anggota DPD bisa melakukan input data dukungan. Selanjutnya, KPU juga bisa melakukan verifikasi administrasi," jelas Eddy.

Menurut Eddy Ariansyah, KPU kini menerapkan paperless. Dukungan tidak lagi menggunakan kertas atau dokumen, namun diinput melalui Silon di akun masing-masing Balon anggota DPD RI.

Sedangkan format dukungan pemilih bisa diunduh di website KPU. Dan kini, tidak perlu menggunakan materai, cukup dengan e-KTP dan tanda tangan ataupun cap jempol.

Baca juga: Jasad Bayi Lelaki Mengapung di Kolong Rumah dekat Kampung Biru Banjarmasin

Baca juga: Penipu Mengaku Perempuan dan Bersedia Dinikahi, Kuras Duit Warga Kotabaru Kalsel Rp 300-an Juta

Baca juga: Penemuan Mayat Anak Laki-Laki di Sungai Kelayan Banjarmasin, Polair: Keluarga Menolak Visum

"KPU memberikan kemudahan kepada mereka yang berminat mencalonkan diri sebagai anggota DPD. Karena semakin banyak yang ikut, maka semakin banyak alternatif pilihan bagi masyarakat," tambah Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kalsel ini.

Ditambahkan Edy Ariansyah, persyaratan minimal dukungan bagi Balon anggota DPD mengacu pada jumlah pemilih pada pemilihan terakhir.

Sedangkan di Kalsel menggunakan data pemilihan gubernur lalu sebanyak 2.793.811 pemilih dan tersebar di 50 persen kabupaten/kota.

"Jadi, persyaratan dukungan pencalonan DPD minimal sebanyak 2.000 orang pemilih yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota," bebernya pada sosialiasi yang juga dihadiri anggota KPU Kalsel, yaitu Nur Zazin dan Hatmiati.

Baca juga: VIDEO Tangki Modifikasi BBM Dipotong, Kejari HST Kalsel Musnahkan Aneka Barang Hasil Tindak Pidana

Baca juga: Kecelakaan di Kalsel - Pengendara Motor di Angsau Pelaihari Terpental di Depan Ban Truk

Baca juga: Pengembangan Kasus, Satresnarkoba Polres Batola Bekuk Dua Pelaku Miliki Sembilan Paket Sabu

Kemudian, Eddy Ariansyah mengingatkan agar para Balon anggota DPD ini benar-benar menyerahkan data pendukung pemilih riil yang dilengkapi KTP. Setiap pemilih hanya berhak memberikan dukungan pada satu orang Balon anggota DPD.

"Jika ditemukan data palsu, maka calon akan dikenakan sanksi pengurangan jumlah dukungan sebanyak 50 kali temuan bukti data palsu atau yang digandakan," jelas Eddy Ariansyah.

Selain itu, untuk verifikasi faktual di lapangan, pada Pemilu 2024 ini akan menggunakan pengambilan sampel dengan metode Krejcie Morgan. Tidak lagi metode sensus ataupun sampel seperti sebelumnya. 

( Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved