Berita Banjarmasin

Puluhan Siswa SDN Alalak Utara 3 Banjarmasin yang Terkena Serangan Scabies Mulai Sembuh

Sekitar dua pekan berlalu, kondisi puluhan siswa SDN Alalak Utara 3 Banjarmasin yang terkena scabies sudah membaik.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Siswa di SDN Alalak Utara 3 Banjarmasin menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kondisi puluhan siswa di SDN Alalak Utara 3 Banjarmasin yang terkena serangan penyakit kulit menular scabies, mulai membaik.

Seperti diketahui beberapa pekan lalu siswa di SDN Alalak Utara 3 Banjarmasin terkena serangan scabies yang disebabkan oleh kutu kecil bernama sarcoptes scabiei.

Kemudian Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Umum Indonesia (IDUI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Perkumpulan Promotor & Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) menggelar pemeriksaan dan pengobatan scabies di sekolah ini, Selasa (15/11/2022).

Dari sekitar 187 siswa yang ada di sekolah di Jalan Alalak Utara ini, sekitar 36 di antaranya diketahui terkena scabies.

Baca juga: Puluhan Murid Terserang Scabies, Ini Kebijakan SDN Alalak Utara 3 Banjarmasin

Baca juga: Disdik Banjarmasin Arahkan Puluhan Siswa Terkena Scabies di SDN Alalak Utara 3 Belajar dari Rumah

Setelah sekitar dua pekan berlalu, diketahui kondisi puluhan siswa yang terkena serangan scabies ini sudah membaik.

Hal ini diutarakan oleh Kepala SDN Alalak Utara 3 Banjarmasin, Nurul Fajriah.

"Alhamdulillah rata-rata kondisinya sudah membaik dan sudah kering scabiesnya. Mungkin tinggal pemulihan saja," ujar Nurul Fajriah kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (30/11/2022) pagi.

Meskipun demikian, Nurul Fajriah menerangkan masih ada siswa yang belum sembuh walaupun hanya satu-dua orang.

"Ada satu-dua siswa yang masih belum kering. Tapi ini dikarenakan karena dia kurang bisa menjaga kondisi. Misalnya malah sering main dan mandi di sungai dan sebagainya. Bahkan ada yang masih belum bisa pakai sepatu karena scabies di kakinya masih basah, mungkin juga obat salepnya kurang dipakai," katanya.

Nurul Fajriah pun menyambut positif puluhan siswanya yang terkena serangan scabies tersebut sudah mulai membaik.

"Alhamdulillah siswa sudah banyak yang sembuh sehingga mereka pun bisa kembali belajar normal dan scabies ini sudah mulai teratasi. Sebelumnya ada yang sampai kesulitan memegang pensil karena terkena scabies di tangan," katanya.

Tak lupa Nurul Fajriah berharap dari Dinkes Banjarmasin, bisa melakukan semacam penyuluhan kesehatan lagi untuk para siswa bahkan juga orangtua siswa.

"Kami berharap Dinkes Banjarmasin nantinya melakukan edukasi lagi di sekolah kami, termasuk juga orangtua siswa. Tentunya harapannya scabies ini tidak terjadi lagi," pungkasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved