Ekonomi dan Bisnis

Tersisa Sebanyak Ini, PT Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan Pupuk Subsidi Aman Hingga Akhir 2022

Ketersediaan pupuk bersubsidi untuk para petani di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga musim tanam

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Humas Mentan RI untuk BPost
Ilustrasi-Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat meninjau langsung gudang pupuk bersubsidi PT Pusri Palembang di Landasan Ulin Banjabaru. PT Pupuk Indonesia memastikan ketesediaan pupuk bersubsidi aman hingga musim tanam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketersediaan pupuk bersubsidi untuk para petani di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga musim tanam sementara aman. 

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Vice President Penjualan Wilayah V Kalimantan, PT. Pupuk Indonesia, Roh Eddy Andri, Rabu (30/11/2022).

"Masih tersisa 6.000 ton jenis Urea dan 3.000 ton jenis NPK hingga akhir tahun 2022,” tegas Roh Eddy Andri, didampingi Asisten Vice President Penjualan Wilayah V Kalimantan, PT. Pupuk Indonesia, Hendra Wahyudi di kantornya. 

Lebih detil, dia menjelaskan untuk realisasi penjualan pupuk bersubsidi hingga bulan Desember 2022 di Kalsel yakni jenis Urea sebanyak 24.900 ton atau sekitar 80 persen dari alokasi 31.100 ton.

Baca juga: Pembakal Antasan Senor Kabupaten Banjar Tanam Padi Tak Pakai Pupuk Kimia

Baca juga: Stok Pupuk Subsidi di Liang Anggang Habis, DKP3 Banjarbaru Sarankan Petani Bikin yang Organik

Baca juga: Terobos Banjir di Ruas Jalan Penghubung Tabalong-HSU, Truk Bermuatan Pupuk Alami Kerusakan

Adapun realiasi jenis NPK sebanyak 39.200 ton atau sekitar 91 persen dari alokasi 43.004 ton.

Karena itu, dia memastikan bahwa  Pupuk Indonesia sangat siap mengamankan kebutuhan pupuk bersubsidi untuk para petani di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga musim tanam. 

Dijelaskan dia, distribusi pupuk subsidi sudah tErdistribusi ke semua lini tiga di kabupaten. 

“Jadi stok pupuk subsidi ada di lini tiga sekitar 4.000-an ton pupuk,” tambahnya.

Bahkan, sambungnya, kini juga masih ada sekitar 5000 ton dalam kondisi bongkar muat pupuk subsidi di kapal untuk distribusi di Kalsel.

Dia menjelaskan, untuk alokasi 2022 mengalami tiga kali perubahan kuota. 

Dimana jenis Urea, NPK, Za, SP3, Organik sebesar 97.000-an ton. Lalu pada September 2022 terjadi perubahan sekitar 86.753 ton. Kemudian pada November 2022 juga turun menjadi 78.448 ton. 

Dijelaskan dia, perubahan alokasi pupuk subsidi tersebut menyesuaikan kondisi anggaran yang tersedia untuk Kalsel termasuk soal serapan pupuk di Kalsel. 

Soal harga pupuk subsidi, dijelaskan Roh Eddy Andri, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi jenis Urea Rp2.250 per kilogram, NPK Rp2.300 per kilogram. 

“Jadi tidak ada perubahan untuk HET,” jelasnya.

Baca juga: Sorot Pendistribusian Kartu Tani, Ombudsman : Petani Kalsel Terancam Sulit Akses Pupuk Bersubsidi

Kendati demikian, ada perubahan peruntukan atau penggunaan jenis komoditi yang menggunakan pupuk subsidi.

"Jika dulu ada sampai 70 varietas atau komoditi, kini yang bisa memanfaatkan puouk subsidi yakni menjadi 9 varietas/varietas saja, mulai Padi, Jagung, Kedelai, Bawang Putih, Bawang Merah, cabe, Kakao, Kopi, Tebu.

“Selain itu tidak bisa diberi jatah subsidi pupuk,” kata dia. (Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved