Politeknik Negeri Banjarmasin

Tim Pengabdian Masyarakat Poliban Bantu Penerapan Teknologi kepada Peternak Ayam di Tanahlaut

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Banjarmasin memberikan kontribusi tentang penerapan IPTEK kepada peternak ayam

Editor: Eka Dinayanti
Poliban
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Banjarmasin memberikan kontribusi tentang penerapan IPTEK kepada peternak ayam yang beralamat di Jalan Ahmad Yani km.32 gang Kura-kura Ringgit Bati-bati.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dengan skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM).

Tim dosen dari pelaksana kegiatan ini yaitu Wanvy Arifha Saputra (Jurusan elektro), Agus Setiyo Budi Nugroho (Jurusan elektro) poliban.ac.id/elektro, dan Yuan Perdana (Jurusan mesin) poliban.ac.id/mesin/

Sedangkan tim mahasiswa yang membantu yaitu Yuda Maulana,  Muhammad Novan Putra Reira, Muhammad Arfah.

Ketua tim Wanvy Arifha Saputra menyatakan peternakan ayam dipilih sebagai mitra kegiatan karena peternakan ayam broiler ini dikelola secara konvensional dan memiliki permasalahan pada kadar gas ammonia yang tinggi, dan suhu ruangan pada kandang ayam yang tinggi.

“Peternakan ayamnya saat pertama kali observasi masih konvensional yaitu open house dan cenderung suhu kandangnya panas, sehingga menyebabkan amomnianya masuk ke dalam kandang dan membunuh ayam. Inilah yang jadi tantangan kami untuk membantu di bidang teknologi,” ungkapnya.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Banjarmasin
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban)

Hal ini berdasarkan observasi langsung dan wawancara dari tim kepada salah satu pemilik peternakan ayam yaitu Ibu Kamalia.

Terdapat tiga permasalahan yang dapat diselesaikan dari kegiatan ini.

Pada permasalahan pertama, kandang yang berbau menyengat utamanya bersumber dari gas amonia (NH3) yang dihasilkan kotoran ayam.

Penyebab amonia tinggi yaitu kelembapan yang tinggi pada kandang ayam, suhu yang relatif rendah pada tempat penampungan kotoran ayam yang banyak (posisinya di bawah kandang), dan sirkulasi udara kandang ayam yang tidak lancar.

Pada permasalahan kedua, suhu ruangan pada kandang ayam yang tinggi disebabkan oleh cuaca yang panas.

Cuaca panas tersebut dipengaruhi oleh faktor alam dan faktor manusia.

Untuk itu diperlukan blower atau kipas yang membantu suhu kandang tetap menjadi normal sesuai dengan standar dari industri.

Namun, jumlah blower pada peternakan ini kurang memadai dibandingkan dengan luas kandang yang menyebabkan distribusi angin tidak merata ke seluruh area.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved