Berita Banjarmasin

Banjir Rob di Banjarmasin Masuk Rumah, Warga Pelambuan Bikin Ranjang Darurat

Banjir rob di Banjarmasin kian parah. Kondisi ini, mengganggu istirahat warga. Untuk itu, warga membuat ranjang darurat

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki
Adi sedang membuat ranjang darurat di depan rumahnya Jalan Pelambuan Gang 1003 Kota Banjarmasin, Rabu (30/11/2022) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) masih dalam bayang-bayang fenomena banjir rob.

Beberapa hari terakhir, sejumlah kawasan kota berjuluk Seribu Sungai ini terendam. Terlebih, air pasang laut terjadi saat malam hari.

Selain rumah terendam, banjir rob di Banjarmasin juga mengganggu waktu istirahat.

Tak ayal, warga Jalan Pelambuan Gang 1003 Kota Banjarmasin bernama Adi harus meninggikan tempat tidurnya dengan cara membuat ranjang darurat.

Baca juga: Jadi Langganan, Warga Bantaran DAS Barito di Batola Sebut Banjir Rob Melebihi Kebiasaan

Baca juga: Banjir Rob yang Selalu Menghantui Warga Banjarmasin, Lima Kecamatan Tak Luput dari Genangan

Baca juga: Banjir Rob di Kalsel, Kades Tanipah Kabupaten Banjar Begadang untuk Hilangkan Lumpur

Hal itu Adi lakukan karena pada beberapa hari terakhir, air pasang sudah merendam rumahnya.

"Air naik sekitar pukul 22.00 Wita dan baru surut pada 3.00 dinihari," ucapnya, Rabu (30/11/2022) malam.

Dengan bermodal kayu bekas, ranjang darurat setinggi satu setengah meter itu pun dia buat agar dapat digunakan sebagai tempat tidur sementara.

"Karena kalau hanya menunggu air surut, tentu hampir tidak ada istirahat malam, harus jaga-jaga," ujarnya.

Di samping banjir, ranjang darurat tersebut dibuat Adi untuk menghindari binatang liar yang bisa masuk kapan saja.

Mengingat, rumah Adi masuk kawasan pesisir yang berdekatan langsung dengan sungai.

Berdasar laporan BMKG, potensi banjir rob di Banjarmasin di perairan Kalsel masih akan berlangsung hingga 5 Desember mendatang.

Pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah Muara Sungai Barito pada pukul 00.00 sampai 04.00 Wita. Ketinggian maksimumnya mencapai 2,5 hingga 3 meter.

Baca juga: Terdampak Banjir Rob, Dua Bulan SDN Banua Anyar 4 Banjarmasin Tergenang Air

Wilayah yang berpotensi terdampak yakni di pesisir perairan Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, dan Tanah Laut.

Hal tersebut diakui berdampak pada aktivitas keseharian warga dan transportasi di daerah sekitar pelabuhan dan pesisir. Seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, dan perikanan darat.

Warga yang berada di daerah pesisir diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved