BPost Cetak

Johanis Tanak Wakil Ketua KPK Suka Kopi Toraja Tanpa Gula

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak menyukai Kopi Toraja tanpa gula. Menurunya, Kopi Torana punya rasa tersendiri

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak merupakan putra Toraja, Sulawesi Selatan, meski tak lahir dan besar di sana.

Mmantan Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara tersebut memiliki kisah tersendiri mengenai tanah leluhurnya.

Saat diwawancarai khusus oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra pada Rabu (30/11) menjelang peluncuran Tribuntoraja.com pada Kamis (1/12), Johanis membagikan kisah tentang Tana Toraja. Berikut petikannya:

Apakah bapak menyukai kopi Toraja? Soalnya dunia mengenal Toraja dari kopinya.

Saya senang dengan kopi Toraja, sehingga biasanya kalau ditanya oleh pelayan suatu kafe atau pesawat dan kebetulan ada kopi Toraja di situ, saya bilang saya mau air kotor. Air kotor maksudnya kopi Toraja.

Apa kelebihan kopi Toraja dibandingkan kopi lain?

Pengetahuan saya sih kopi Toraja itu punya rasa tersendiri ya, asamnya ada, pahit-pahitnya ada. Enak. Dan Kebetulan saya bisa menikmati kopi ketika kopi itu tanpa gula. Kalau sudah ada gula rasanya tidak nikmat.

Meski tidak lahir dan besar di Toraja, apakah Bapak secara berkala berkunjung ke sana?

Saya pertama kali ke Tana Toraja menjelang tamat SMA. Ya kemudian jarang pergi ke Toraja. Tapi ketika Bapak saya pensiun dan tinggal di Makassar hampir setiap tahun kami berkunjung ke Toraja. Makam Bapak ada di Tana Toraja, di Sadan, Kabupaten Toraja Utara.

Apakah nanti Bapak berkeinginan mendirikan rumah adat Tongkonan untuk tempat keluarga berkumpul?

Kebetulan Papa saya sudah mendirikan Tongkonan di sana. Jadi kami hanya menjaga merapikan. Cuma yang ingin kami tambahkan adalah lumbung untuk padi. Karena untuk mendirikan lagi rumah Tongkonan itu memerlukan tempat yang cukup lumayan, sementara tempat Papa saya kampung kecil lahannya.

Di Kampung apa, Pak?

Itu adanya di kampung Kabupaten Toraja Utara, Kecamatan Sadan Matalo.

Apakah bapak punya makanan favorit dari Toraja?

Saya senang kalau datang ke sana itu kalau saudara saya, ada sepupu saya di sana dia beli ikan mas, kemudian diaduk campur sayur-sayur, apa saya tidak begitu paham. Kemudian dia taruh di dalam bambu. Kemudian di dalam bambu dibakar itu nikmatnya tiada tara. Pa’piong Ikan Mas. (Tribun Network/ Yuda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved