Berita Banjarmasin

Memperingati Hari AIDS Sedunia, Dinas Kesehatan Kalsel Programkan Pelayanan Melalui Puskesmas

Dinas Kesehatan Kalsel pada momen Hari AIDS Sedunia beri layanan pendampingan dan pengobatan kepada pasien HIV/AIDS di puskesmas-puskesmas.

Penulis: Mia Maulidya | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MIA MAULIDYA
Koalisi Koalisi Peduli HIV dan AIDS Kalimantan Selatan saat melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Banjarmasin, Selasa (29/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia.

HIV/AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius yang memengaruhi jutaan orang secara global.

Sementara itu, berdasarkan Data dari Dinas Kesehatan Kalsel pada Pengelola Program (PP) HIV , Muhammad Riza, tercatat  sampai Oktober 2022 sejumlah 395 kasus HIV.

Dari rangkuman tersebut terdapat sebanyak 299 dari pria, dan sebanyak 96 kasus dari perempuan. Kasus itu didominasi oleh pria 70 persen dan 30 persennya dari perempuan. Adapun yang sering ditemukan rentan usia 25 - 50 tahun.

"Kasus yang berusia di bawah 20 tahun dan di atas 50 tahun juga ada ditemukan," ujarnya.

Baca juga: Gerebek Rumah di Indrasari Martapura, Satresnarkoba Polres Banjar Amankan Pria Ini dan 6 Paket Sabu

Baca juga: Penjambret Perempuan di Jalan Lingkar Dalam Banjarmasin Diringkus Polisi, Pelaku Pemuda Pengangguran

Selain itu, menurut Riza, untuk stok obatnyal terbilang cukup untuk tiga bulan mendatang. Dan sebelum stok habis, menghubungi Kementerian Kesehatan untuk mengirimkan lagi.

Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, dalam memperingati hari AIDS Sedunia memprogramkan layanan kesehatan untuk para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), bisa melalui puskesmas di sekitarnya.

"Program 2023, sudah ada pelayanan kesehatan melalui puskesmas di 9 kabupaten dan kota," sebut Riza.

Nanti yang memberikan layanan melalui puskesmas. yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Disampaikan Riza, penanganan HIV/AIDS rumah sakit masih terbatas. Pengobatan hanya ada di rumah sakit yang letaknya di perkotaan.

Baca juga: Gelapkan Mobil Rental untuk Main Judi di Kalteng, Pria Asal Murung Pudak Tabalong Ditangkap di Jambi

Baca juga: Dibekuk Polisi Polsek Batibati, Warga Aranio Kabupaten Banjar Terbukti Simpan Sabu di Kantong Celana

"Sedangkan pasien HIV tidak semua beralamat di perkotaan. Karena hal itulah yang membuat para pasien terputus pengobatannya," jelas dia.

Dengan pemberian layanan kesehatan melalui puskesmas terdekat, diharapakan dapat memudahkan para penyitas HIV/AIDS untuk terus berobat.

Sementara itu, dalam pemberian pelayanan tentunya para perawat dan dokter dilatih dalam penanganan HIV/AIDS agar dapat bertugas di puskemas Kabupaten dan Kota.

"Yang merawat itu nantinya akan dibekali ilmu konseling, harus bisa berkomunikasi supaya mampu menggali informasi penting dari pasien. Apabila pasien terkonfirmasi positif, maka akan ditanyakan lebih lanjut telah berhubungan intim dengan siapa saja," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved