Kriminalitas Banjarmasin

Pencuri Mesin Pompa BPK Komandan di Banjarmasin Ditangkap, Pelaku Ternyata Libatkan IRT

Unit buser Reskrim Polsek Banjarmasin Barat akhirnya menciduk para pelaku pencuri mesin pompa air milik BPK Komandan

Penulis: Noor Masrida | Editor: Hari Widodo
Polsek Banjarmasin Barat untuk Bpost
Polsek Banjarmasin Barat untuk Bpost Dua pelaku pencurian mesin pompa air milik BPK Komandan, Telaga Biru, Banjarmasin Barat diciduk polisi, Rabu (30/11/2022). (Kiri) barang bukti mesin pompa yang sempat digondol pelaku. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Unit buser Reskrim Polsek Banjarmasin Barat akhirnya menciduk para pelaku pencuri mesin pompa air milik BPK Komandan, Senin (28/11/2022) petang. 

Pelaku ternyata adalah seorang Ibu rumah tangga (IRT) berinisial FH (20) warga Jalan Sutoyo S Gang 19 RT 11 Kelurahan Telaga Biru Kecamatan Banjarmasin Barat. 

Sedangkan seorang lainnya adalah pria berinisial DN (44) warga Jalan Binakarya Gang Soreka RT 61 Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin Barat. 

Mereka ditangkap saat berada di kawasan Jalan Sutoyo S depan gang Suryanata Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah. 

Baca juga: Mesin Pompa Air Pemadam Kebakaran Milik BPK di Banjarmasin Raib Digondol Maling

Baca juga: Komplotan Pencuri Motor Diringkus, Wakapolres Balangan : Pelaku Jual Motor dengan Dokumen Palsu

Baca juga: Dua BPK di Banjarmasin Dibobol Pencuri, Mesin Pemadam Senilai Rp 45 Juta Raib

Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 buah besi tutup kotak filter pompa warna merah, 1 buah besi pegangan pompa warna hitam, 1 unit mesin BPK jenis Tohatsu v75 warna merah, 1 buah kotak filter mesin pompa warna hitam, 1 buah tutup tangki mesin pompa warna silver, 1 lembar baju warna biru navy dan 1 unit sepeda motor merk Tosa nopol DA 5486 VJ yang digunakan mengangkut mesin pompa ini. 

Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Faizal Rahman melalui kanit reskrim, Ipda Hendra Agustian Ginting, Rabu (30/11/2022) malam, menyebutkan pencurian terjadi pada Minggu (27/11/2022). 

Sore itu, pelapor mengatakan akan menghidupkan mesin BPK jenis TOHATSU V75 yang berada di posko namun ternyata barangnya telah raib. 

"Atas kehilangan itu, mereka menyebarkan informasi di grup whatsapp emergency dan sekitar pukul 21.00 wita datang 3 orang mengantarkan mesin BPK tersebut," ujar Ipda Ginting. 

Ketiganya mengaku membeli mesin pompa air itu dari orang lain.

Saat dilakukan pengecekan, rupanya banyak sparepart mesin yang juga sudah hilang hingga mereka langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. 

Kerugian BPK Komandan sendiri ditaksir mencapai Rp 35 juta rupiah. 

Setelah didalami lebih lanjut, rupanya FH lah yang memerintahkan DN untuk mengangkut mesin pompa air BPK dan dijanjikan pembagian hasil dari penjualan barang tersebut. 

FH pun mengakui akan menggunakan uang dari hasil kejahatannya untuk membayar arisan dan membeli baju. 

"Ancaman hukumannya seperti pada pasal 362 KUHPidana, maksimal 5 tahun penjara," tutup Ipda Ginting. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved