Berita Tanahlaut

Kadisnakertrans Sebut UMK Tanahlaut Ikut UMP Kalsel 2023, Pertumbuhan Ekonomi Sempat Minus

Pertumbuhan ekonomi Tanahlaut sempat minus saat pandemi Covid-19 tahun 2020. Karena itu, UMK Tanahlaut 2023 diupayakan ikut sama dengan UMP Kalsel

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
KEPALA Disnakerind Tala Masturi (kiri) berbincang dengan pimpinan PT Dharma Henwa membahas peran perusahaan dalam kepesertaan pekerja informal di sekitar perusahaan, April 2022 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Skema penyesuaian upah minimum kabupaten (UMK) saat ini sedang dirancang oleh pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyusul naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2023 yang baru saja diputuskan.

Berdasar catatan banjarmasinpost.co.id, Kamis (1/12/2022), merujuk UMP  Kalsel 2023, angkanya kini naik menjadi Rp 3,1 juta per bulan. 

Pemerintah kota dan kabupaten di daerah ini pun saat ini mulai menyikapi hal tersebut. Termasuk Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala).

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Supardi Sacadipura mengatakan di Kabupaten Tala Dewan Pengupahan belum berjalan secara semestinya. Hal ini dikarenakan ketiadaan anggaran.

Baca juga: Upah Minimum Kota dan Kabupaten di Kalsel Diumumkan pada Awal Desember 2022

Baca juga: Pengusaha Terbebani dengan Kenaikan UMP Kalsel 8,4 persen, Khawatirkan Ada PHK Karyawan

Baca juga: UMP Kalsel 2023 Ditetapkan 3,1 Juta, Begini Keterangan Kadisnakertrans Batola

"Jadi, belum ada angkanya (UMK). Jadi, ikut provinsi. Kalau yang ada Dewan Pengupahannya yakni di Kabupaten Kotabaru, Tanahbunbu, dan Balangan, itu UMK-nya bisa lebih tinggi dari  UMP," sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Tala H Dahnial Kifli menegaskan Pemkab Tanahlaut akan mengikuti UMP Kalsel.

Ia menuturkan merujuk rumus penetapan UMK (Upah Minimum Kabupaten) yang diatur oleh ketentuan dan indikator-indikator statistika di Tala, sebutnya, menghasilkan nilai upah yang masih di bawah UMP Provinsi.

"Karena itu kita menggunakan UMP yang nilainya lebih tinggi," tandas top manager birokrasi di Bumi Tuntung Pandang ini. 

Berdasarkan simulasi penghitungan, papar Dahnial, didapat nilai UMK Tanahlaut 2023 sebesar Rp 2,6 juta.

"Justru di bawah UMP tahun 2022. Apalagi UMP Kalsel 2023 yang naik menjadi sekitar Rp 3,1 juta," tandas Dahnial.

Sementara itu terkait Dewan Pengupahan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tala Masturi menerangkan Dewan Pengupahan Kabupaten Tanahlaut baru terbentuk akhir tahun 2021 lalu.

Dikatakannya, jika ingin memiliki UMK sendiri, terdapat prasyarat yakni pertumbuhan eknonomi di Kabupaten Tanahlaut harus positif tiga tahun terakhir. 

"Pada saat covid-19 tepatnya tahun 2020, kita pernah mengalami pertumbuhan minus," sebut Masturi.

Lalu apakah Pemkab Tala akan mengupayakan menaikkan UMK? "Sesuai ketentuan, UMK mengikuti atau sama dengan UMP," tandas Masturi. 

Baca juga: UMP Kalsel 2023 Ditetapkan Rp 3,1 Juta, Pekerja Bisa Laporkan Perusahaan yang Tak Naikkan Gaji

Kenaikan UMP turut menjadi harapan baru bagi kalangan pekerja di Tala. Termasuk bagi kalangan pekerja di toko-toko kecil. 

"Semoga saja berdampak pada gaji saya. Tapi ya terserah pada bos saja karena pendapatan juga tak naik," ucap Ahmad, salah satu karyawan toko di Pelaihari.

Baginya, terpenting adalah kelancaran usaha sehingga pendapatan naik. Dengan begitu upah atau gaji juga bakal mengikuti. (Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved