Berita Banjarmasin

Puluhan Nakes di Banjarmasin Ikuti Pelatihan Bahasa Jepang, Persiapan Bekerja ke Negeri Sakura

Puluhan Nakes di Banjarmasin mengikuti pelatihan bahasa Jepang. Kegiatan ini merupakan persiapan menjelang bekera di Negeri Sakura

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Puluhan nakes di Banjarmasin mengikuti pelatihan Bahasa Jepang. 


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Banjarmasin mengikuti pelatihan bahasa Jepang, hari ini Kamis (1/12/2022).

Kegiatan ini,  tidak lain merupakan bagian persiapan para nakes ini untuk bekerja di Negeri Sakura sebagai caregiver  yang merupakan program kerjasama antara Kaikoukai Healthcare dengan Pemko Banjarmasin.

Pembukaan sekaligus peresmian pelatihan yang dilaksanakan di Rumah Mediasi di Jalan Dharma Bakti V Komplek Graha Dharma Praja Banjarmasin ini, dilakukan oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemko Banjarmasin, Dr Machli Riyadi.

Kepada awak media, Dr Machli menerangkan kegiatan pelatihan tersebut merupakan tindaklanjut dari program kerjasama dengan Kaikoukai Healthcare.

"Hari ini dimulai pelatihan pendidikan bahasa dan juga budaya Jepang, mungkin sekitar enam bulan selesai, dan peserta pun bisa bekerja di Jepang," katanya.

Baca juga: Terbuka 88.370 Lowongan Pekerjaan Untuk PPPK Nakes 2022, Dirjen: 80.049 Untuk Instansi daerah

Baca juga: Nakes Teladan se Kalsel Kunjungi Banjarmasin Post, Diajak ke Ruang Redaksi hingga Studio Podcast

Machli membeberkan juga peserta dalam pelatihan ini berjumlah sekitar 25 orang, dan juga sudah berpengalaman bekerja sebagai nakes.

"Yang mendaftar awalnya ada 55 peserta, tapi yang terseleksi sekitar 25 orang dan hari ini mulai menjalani pelatihan," ujar Machli.

Board of Director of Kaikoukai Healthcare Group, Mr Abe Kazuya menerangkan para peserta nantinya akan menjalani semacam tes setelah mengikuti pelatihan.

"Umumnya pelatihan akan dilakukan sekitar enam bulan, dan setelah selesai akan dilakukan ujian. Kalau lulus baru bisa berangkat ke Jepang," jelasnya.

Sementara itu salah seorang peserta pelatihan, Nurul Fitriah mengaku sudah sejak lama memimpikan bisa bekerja di luar negeri.

"Kebetulan saat ini ada kesempatan, sehingga bisa mempermudah impian saya untuk bisa bekerja di luar negeri sejak dahulu," katanya.

Baca juga: HEBOH BANGET - Videonya Mesum di Puskesmas Cirebon Digerebek Sempat Viral, Kini Dua Nakes Dipecat

Dan adanya pelatihan ini lanjut perempuan yang berprofesi sebagai seorang bidan ini, tentunya sangatlah membantu.

"Karena untuk bisa bekerja di negara orang, tentu harus menguasai bahasanya. Jadi pelatihan ini sangat mendukung untuk kelancaran bekerja nantinya," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved