Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Provinsi Kalsel Berupaya Membentuk Koperasi Modern dan UKM Digital

Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Koperasi dan UKM akan ubah 1.900 koperasi biasa jadi koperasi modern dan juga bangun UKM digital.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Pelatihan bagi pengelola koperasi di Kalimantan Selatan, Kamis (1/12/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan UMKM untuk melindungi koperasi dan UMKM di Kalimantan Selatan (Kalsel) telah selesai dibuat.

Selanjutnya Raperda akan disahkan menjadi perda. Dengan demikian, menurut anggota Komisi II DPRD Kalsel, Nor Fajeri, koperasi bukan sekedar menggeliat, tapi berkembang maju pesat kembali.

Melalui perda, koperasi nantinya dibuatkan program pemberdayaan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan, penguatan permodalan, pembinaan manajemen dan lain sebagainya.

“Sedangkan untuk UMKM mencakup pemberdayaan pendataan dan pendaftaran terintegreasi secara elektronik, pengembangan SDM, pembiayaan penjaminan serta produktifitas,” ujar Fajeri, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: Harga Beras Lokal Premium di Banjarmasin dan Banjarbaru Mencapai Rp 20 Ribu Per Kg

Baca juga: Anggota DPRD Kalsel Minta Dishub Akomodasi Keinginan Driver Ojol, Tarif Pun Akan Berubah

Dengan perkembangan teknologi, dia meminta agar koperasi dan UMKM dapat memaksimalkan semua itu sebagai wahana promosi yang efektif.

Dengan adanya payung hukum ini, lanjutnya, menjadi perwujudan pemerintah hadir untuk mengembangkan koperasi dan UMKM.

Selanjutnya, dilaksanakan uji publik terkait Raperda tersebut. Diharapkan, perda ini kelak dapat diimplementasikan secara paripurna sehingga bisa berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, mengatakan, pemerintah menargetkan pada i 2024 ada 500 Koperasi modern yang terbentuk di Indonesia dan 30 juta UKM digital.

Baca juga: Tak Punya Cabang SPSI atau SBI, UMK HST 2023 Ikut UMP Kalsel

Baca juga: Rapat Penentuan UMK Tabalong 2023 Telah Dilakukan, Kadisnaker Sebut Lebih Tinggi dari UMP Kalsel

Baca juga: Kadisnakertrans Sebut UMK Tanahlaut Ikut UMP Kalsel 2023, Pertumbuhan Ekonomi Sempat Minus

Dengan itu, Kalsel juga harus mengerahkan agar menjadi Koperasi modern dan UKM digital.

"Saat ini terdata ada 2.900 lebih koperasi, tapi yang masih aktif lebih dari 1.900. Jadi, para pengelolanya ini yang kami latih supaya menjadi koperasi modern," katanya.

Sementara itu, bagi pelaku UKM, dilatih untuk bisa menjadi UKM digital, sehingga bisa bersaing dengan UKM di Jawa.

"Kita akui, UKM di Kalsel masih kalah bersaing dengan UKM di Pulau Jawa, balik lagi permasalahan branding dan penguasaan teknologi," sebutnya.

Baca juga: Sidang Mardani H Maming di Pengadilan Banjarmasin, Saksi Sebut SK Bupati Diberi Tanggal Mundur

Baca juga: Pembahasan RAPBD 2023 Belum Rampung, Dewan dan SKPD Kabupaten HST Keluar Daerah

Pihaknya kini bekerja sama dengan Dinas Tanam Pangan dan Hortikultura, Disbunnak dan dinas lain yang terkait agar bisa mewujudkan Koperasi modern yang digitalisasi dan UKM digital.

"Saat pandemi Covid-19, pelaku-pelaku UKM di Kalsel sudah bisa melalui. Tantangan ke depan adalah ancaman inflasi dan krisis pangan. Maka dari itu, kami akan terus melakukan pelatihan bagi pengelola koperasi dan UKM," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved