Berita Banjarbaru

Peringati Hari Bhakti ke-77, Ketua IPPU Kalsel Soroti Kualitas Infrastruktur Jalan

IPPU Kalsel, H Martinus menyoroti Kualitas infrastruktur khususnya jalan di Kalimantan Selatan yang mengalami penurunan

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Ketua (IPPU) Kalsel, H Martinus (tengah) saat berbincang dalam peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke 77 di Banjarbaru, Minggu (4/12/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kualitas infrastruktur khususnya jalan di Kalimantan Selatan, dalam dua tahun terakhir dinilai mengalami penurunan. 

Hal itu disampaikan oleh Ketua Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU) Kalsel, H Martinus saat kegiatan silaturahmi IPPU Kalsel dalam rangka syukuran Hari Bakti Pekerjaan Umum ke 77 di Banjarbaru, Minggu (4/12/2022).

Menurutnya, kualitas infrastruktur jalan yang baik, akan menjadi salah satu pendukung kemajuan perekonomian daerah.

"Sebagai catatan, ada sejumlah titik kerusakan-kerusakan jalan, baik di wilayah arah Hulu Sungai maupun ke arah Batulicin dan Kotabaru. Kondisi ini membuat mobilisasi masyarakat terganggu termasuk juga distribusi logistik," katanya.

Baca juga: Jalan Nasional Km 171 Satui Tanbu Tidak Layak Dipertahankan, Begini Kajian Tim ULM

Baca juga: Sorot Putusnya Jalan Nasional KM 171, Ombudsman Kalsel Kawal ke Mabes Polri dan Pemerintah Pusat

H Martinus menyebut, suatu ruas jalan bisa mengalami kerusakan karena sejumlah faktor, di antaranya karena kondisi alam seperti banjir atau cuaca yang mudah berubah dari panas tiba-tiba hujan, dan melebihi beban lalu lintas dari kapasitas jalan.

Kondisi tersebut menurutnya bisa menyebabkan jalan cepat rusak.

Disisi lain, kerusakan jalan bisa terjadi karena minimnya perawatan. Martinus memberikan contoh, apabila suatu ruas jalan baru saja selesai dikerjakan, maka pada tahun berikutnya wajib ada pemeliharaan.

Oleh karena itu, pemerintah yang membidangi jalan menurutnya agar jangan lengah.

"Jangan sampai pemeliharaan jalan tidak terprogramkan secara menyeluruh. Artinya setelah selesai dikerjakan perlu dianggarkan kembali program pemeliharaan," ujarnya.

Anggaran pemeliharaan menurut Martinus wajib menjadi prioritas, agar kualitas jalan tetap terjaga.

Maka dari itu dia menyarankan agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat bisa menganggarkan secara prioritas.

"Anggaran pun bisa jadi lebih efisien karena kalau rutin dilakukan pemeliharaan kondisi jalan akan selalu terjaga, kalau pun ada kerusakan hanya minor saja, sebaliknya bila tidak dipelihara rutin anggaran malah bisa membengkak karena kerusakan jalannya bisa lebih parah," terangnya.

Baca juga: Akses Jalan Rusak, Warga Dusun Kedayang HSS Kalsel Berjalan 16 Km Tandu Warga yang Sakit

Dengan demikian, menurutnya kualitas infrastruktur bisa terus terjaga, yang kemudian bisa menjadi modal penting kemajuan daerah.

"Kemajuan suatu daerah bisa terwujud dengan adanya infrastruktur yang baik," ucapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved