Berita Banjarbaru

Hari Disabilitas Internasional 2022, Anak Berkebutuhan Khusus Tampilkan Karya Seni di Banjarbaru

Dua anak berkebutuhan khusus pamerkan lukisannya pada peringatan Hari disabilitas internasional 2020 di Kota Banjarbaru, Kalsel.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Hazna (kiri) dan Umar (kanan) di depan hasil karya seninya di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (4/12/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meski memiliki keterbatasan, tidak menyurutkan semangat Umar Kamil Asyura untuk tetap berkreativitas.

Pada momen peringatan Hari Disabilitas Internasional 2022 di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), anak berkebutuhan khusus ini sukses menampilkan karya seninya di hadapan umum.

Karya berupa gambar berwana itu diberinya bertema Ninja vs Horor.

Saat ditemui, Umar mengaku memang suka menggambar sejak masih kelas 1 Sekolah Dasar.

Baca juga: Peringati Hari Disabilitas Internasional 2022, Penyandang Tuna Rungu di Banjarbaru Tampil Mengaji

Baca juga: VIDEO Warga Swadaya Bangun Jembatan di Tigarun Kabupaten Hulu Sungai Utara

Baca juga: Puncak Hari Jadi Kabupaten HST Digelar di Lapangan Dwi Warna, Akan Ada Expo hingga Makan Gratis

"Ini Ninja vs Horor, ada bajak laut dan ada peta harta karun juga," kata Umar saat didampingi orangtuanya, Minggu (4/12/2022).

Bukan hanya Umar, hasil karya serupa juga ditampilkan oleh Huria Hazna, penyandang autisme.

Hazna ketika diwawancarai juga mengaku sangat suka mengambar.

"Ini semua merupakan gambar dia sendiri langsung menggunakan spidol," ucap Ati Suriandari, ibu Hazna. 

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Warga Lumajang yang Tinggal di Banjarmasin Sempat Khawatir

Baca juga: Rencana Bangun Stadion, Dispora Kabupaten Tanah Bumbu Telah Bebaskan Lahan 5 Hektare

Baca juga: Ternyata Ada Ojol dan Bentor di Kota Martapura yang Luput dari Sasaran Mendapat Bansos BBM

Diungkapkan Ati bahwa anaknya tersebut sudah suka mengambar sejak kecil.

Kemudian, kemampuan Hazna pun dioptimalkan dengan mengajari cara mewarnai yang baik dan benar.

"Hazna mengambarnya suka dari kecil, tapi belum terarahkan. Kemudian dia diajarkan khusus mengenai degradasi warna, sehingga hasilnya seperti ini," terang Ati.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved