Berita Olahraga

OTKB KORMI Kalsel Gelar Pelatihan Perwasitan dan Penjurian Olahraga Tradisional Berstandar Nasional

Pelatihan Perwasitan untuk peningkatan kemampuan dari SDM KORMI 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel.

Penulis: Noorhidayat | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/noorhidayat
Yahya Majid saat memberikan materi dan pemahaman praktik pada Pelatihan Perwasitan dan Penjurian 9 Jenis Olahraga Tradisional, pada Minggu dan Senin, 4 - 5 Desember 2022, di Ballroom Hotel Roditha Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar Pelatihan Perwasitan dan Penjurian 9 Jenis Olahraga Tradisional, pada Minggu dan Senin, 4 - 5 Desember 2022, di Ballroom Hotel Roditha Banjarmasin.

Adapun 9 jenis olahraga tradisional tersebut, yakni Egrang, Terompah panjang, Dagongan, Tarik Tambang, Ketapel, Lari Balok, Sumpitan, Panahan Tradisional, dan Hadang.

Ketua Komisi OTKB KORMI Provinsi Kalsel, Agus Febrianto mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kemampuan dari SDM KORMI 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel, dan pengurus dari 9 jenis olahraga tradisional.

"Selama ini belum pernah dilaksanakan untuk melakukan peningkatan kemampuan sertifikasi dari platih, wasit maupun juri," ucapnya, Senin (5/12/2022).

Baca juga: Kormi Kalsel Menggelar Workshop Ilmu Pengetahuan dan Cara Penanganan Cedera kepada Pegiat Olahraga

Tujuan utama dari kegiatan pelatihan itu disampaikan Agus untuk meningkatkan kemampuan kapasitas wasit dan juri yang ada di Kalsel dengan standarisasi nasional.

"Ketika pada saat nanti kita melaksanakan Porda ataupun Pornas, ada memang sebuah acuan yang memang merupakan acuan standar nasional," harapnya.

"Dengan begitu kita juga bisa melakukan evaluasi terhadap atlet ataupun pegiat olahraga dari Kalsel, sehingga acuan baku itu nanti bisa kita sampaikan kepada para pegiat-pegiatnya," tambahnya.

Tutupnya, Agus menyebutkan, total ada 35 peserta yang terdiri dari 13 Kabupaten/Kota dan 9 pengurus jenis olahraga tradisional.

Sementara itu, pemberi materi pelatihan, Yahya Majid, penggiat olahraga tradisional yang juga Ketua Bidang Organisansi PP Pelestari Olahraga Tradisonal Indonesia menyampaikan, adapun materi pelatihan yang disampaikannya terkait peraturan, standarisasi peralatan, dan simulasi permainannya.

"Tujuannya, supaya provinsi Kalsel sama dengan provinsi lain, memahami peraturan olahraga tradisional yang sudah dibakukan, berlaku secara nasional," jelasnya.

"Faedahnya supaya kalsel menyiapkannya pegiatnya, panitia, pelatih, wasit, juri, dan atletnya bisa mengikuti event nasional, tidak lagi harus adaptasi dengan aturan-aturan yang sudah dibakukan," timpanya.

Menurutnya, Provinsi Kalsel yang memilki dukungan sangat baik dari pemerintahannya, maka SDM nya jangan sampai ketinggalan.

"Olahraga bisa maju, adalah kesiapan SDM nya. Kalau SDM sudah kuat, baik dukungan pemerintah, otomatis dia akan menjadi yang terbaik di nasional," pungkasnya.

Rizky Fadillah, seorang peserta diantara perserta pelatihan yang lainnya mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat.

"Pelatihan ini memberikan pengetahuan terkait dengan peralatan tanding sesuai standar, dan bagaimana menggunakannya, bagaimana menjadi wasit, ketika atlet melakukan kesalahan, atau terjadi eror pada pertandingan secara nasional. Sehingga kita bisa mengetahui sah atau tidaknya dan bagaimana mekasinme pertandingan tersebut secara nasional juga, itu yang utama," terangnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved