Tajuk

Perpustakaan dan Virus Membaca

Di Kalsel ada Dispersip yang gencar menyebarkan virus membaca kepada semua kalangan, dari anak usia dini hingga dewasa.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Wahana bermain indoor di Kids Library, Perpustakaan PalNam Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BUKU adalah jendela dunia, di mana kita bisa melihat isi dunia tanpa melakukan perjalanan, hanya cukup membaca sebuah halaman.

Buku adalah jendela ilmu yang akan membuka cakrawala kehidupan manusia.

Membaca buku akan membuka dan memperluas wawasan seseorang karena buku merupakan sumber informasi untuk mengetahui berbagai kejadian dan hal seperti ekonomi, sosial, politilk, budaya, dan aspek kehidupan lainnya di berbagai belahan dunia.

Membaca merupakan sebuah proses aktif membangun kata-kata yang bertujuan untuk mengarahkan informasi menuju suatu tujuan dan memfokuskan perhatian dari pembaca.

Sesuai data UNESCO, Indonesia urutan kedua dari bawah terkait literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah.

Minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001 persen, artinya dari 1.000 orang Indonesia, cuma satu orang yang rajin membaca.

Indonesia urutan ke-60 dari 61 negara soal minat baca.

Bahkan ada ungkapan, di Indonesia, kalau mau terkenal jangan jadi penulis buku tapi jadi YouTuber saja.

Minimnya minat baca tersebut, tidak lain dipengaruhi oleh budaya teknologi yang saat ini kian pesat.
Rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan 8 jam, bahkan lebih untuk menggunakan telepon genggam.
Adapun platform yang sering digunakan yakni Youtube, Facebook, dan WhatsApp.

Rendahnya minat baca ini tidak membuat pemerintah berpangku tangan.
Di Kalsel ada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) yang gencar menyebarkan virus membaca kepada semua kalangan, dari anak usia dini hingga dewasa.

Terbukti hal ini membuahkan hasil, Indeks Pembangunan Literasi (IPL) Kalsel menorehkan nilai 58,13.
Provinsi Kalimantan Selatan menerima penghargaan, sebagai wilayah yang memiliki Indeks Pembangunan Literasi (IPL) tertinggi se-Indonesia tahun 2021, yang diberikan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Capaian ini merupakan pemantik semangat Dispersip Kalsel untuk terus berkarya dalam memajukan literasi.

Dispersip Kalsel melalui Perpustakaan PalNam Banjarmasin gencar menumbuhkan minat baca dengan memperbaiki dan menambah berbagai fasilitas dari Kid's Library yang diperuntukkan khusus untuk anak-anak bermain sambil membaca buku-buku cerita bergambar yang menarik hingga merangkul kalangan difabel dengan membangun gedung disabilitas.

Armada perpustakaan keliling pun siap mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di pelosok Kalsel, demi membangkitkan kembali minat baca sejak dini dengan harapan kelak mereka akan memiliki minat baca yang tinggi.

Meningkatkan minat baca menjadi tanggung jawab semua pihak.

Semoga saja virus membaca menjangkiti semua masyarakat Kalsel. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved