Kriminalitas Banjarmasin

Cerita Korban Penipuan Bermodus Chat Kurir di Banjarmasin, 35 Juta Raib dalam Sejam

Rahmah (23) menceritakan penipuan dengan modus chat kurir yang dialaminya. Akibat ulah pelaku, uang Rp 35 juta di rekening bank miliknya raib

Penulis: Noor Masrida | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/noor masrida
Korban Penipuan Berkedok Kurir Paket Via Chat menunjukkan bukti percakapan hingga bukti lainnya kepada media di Banjarmasin, Selasa (6/12/2022)    

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Raut wajah Rahmah (23) tak bisa berbohong, sedih, panik, kecewa, seperti bercampur jadi satu. Betapa tidak, uang 35 juta yang ada di rekeningnya raib. 

Beberapa waktu terakhir, dirinya disibukkan dengan urusan ke Bank hingga ke kantor polisi guna memperjuangkan uang tersebut. 

Rahmah adalah korban penipuan orang yang mengaku adalah kurir ekspedisi JNT yang menghubunginya melalui pesan Whatsapp pada Rabu (30/11/2022) silam. 

Ditemui Selasa (6/12/2022) siang, wanita itu mengaku sudah bolak-balik kesana kemari meminta bantuan. 

"Saya menghubungi pihak Bank, mendatangi polisi, kesana-kemari memperjuangkan uang itu, saya sangat berharap bisa kembali, sekecil apapun kemungkinannya," ujar Rahmah lirih. 

Baca juga: Dalami Penipuan Arisan Online, Polres Tabalong Imbau Korban Lainnya Segera Lapor

Baca juga: Pedagang Bawang di Banjarmasin Jadi Korban Penipuan, Polisi Bekuk Pelaku

Baca juga: Warga Pare-pare Korban Penipuan Wartawan Gadungan Tribunnews.com, Sempat Transfer Sejumlah Uang

Sedihnya lagi, kata Rahmah, uang 35 juta rupiah yang raib dari rekeningnya tersebut bukanlah miliknya melainkan uang milik kenalan sang ayah yang dititipkan ke dia untuk dibelikan barang. 

Nominal tersebut menurutnya tidak sedikit dan tentunya tidak bisa dikumpulkan dalam waktu sebentar. 

Sembari menunjukkan bukti-bukti transaksi serta cetakan percakapannya dengan kontak 'si kurir', Rahmah menceritakan kronologis kejadian seminggu silam. 

"Saat itu ada pesan masuk di whatsapp saya, yang bilang kalau paket saya sudah sampai, ngakunya dari kurir JNT," ucap Rahmah. 

Pesan tersebut disertai dengan apk yang harus diklik terlebih dahulu untuk mengetahui isinya. 

Dia sebenarnya sempat heran, mengingat barang-barang yang dipesan sudah sampai semua. 

Rahmah, di sisi lain, adalah seseorang yang memiliki usaha jual beli online. 

"Saya bilang, saya nggak mesan barang, kalau mengirim barang(ke pembeli) ada," katanya. 

Namun si kurir bersikukuh agar Rahmah mengeklik apk yang dikirim dan meyakinkan bahwa itu adalah resi dari ekspedisi. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved