Berita Kabupaten Banjar

Lahan 13 Sarana Pendidikan Pemkab Banjar di Desa Bawahan Selan Berstatus Pinjam Pakai

Pemerintah Kabupaten Banjar dan PT Perkebunan Nusantara XIII Kebun Danau Salak sepakati pelepasan status lahan pinjam pakai untuk sekolah.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Sekolah Dasar Negeri Bawahan Selan 6 di Jalan Atanik Munggu, Desa Bawahan Selan RT 007 RW 00, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (19/11/2022). Ternyata status lahan SDN ini adalah pinjam pakai dengan PT Perkebunan Nusantara XIII Kebun Danau Salak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pertemuan Komisi II DPRD Kabupaten Banjar dengan manajemen PT Perkebunan Nusantara XIII Kebun Danau Salak mengungkap fakta tentang status sejumlah sarana pendidikan. 

Ada 13 bangunan sarana pendidikan milik Pemkab Banjar yang ternyata berdiri di atas lahan yang berstatus pinjam pakai dengan manajemen PT Perkebunan Nusantara XIII Kebun Danau Salak.

Sebelumnya, bangunan sekolah dari bahan kayu. Karena, diperuntukkan bagi kalangan anak pekerja di perkebunan karet. 

Seiringan perkembangan waktu, semakin banyak anak warga desa sekitar yang bersekolah, sehingga Pemkab Banjar bangun gedung pemanen.

Baca juga: Ditangkap Cabuli Anak Tiri, Ayah di Tanbu Kalsel Mengaku Lima Kali Beraksi Lakukan ini

Baca juga: Gegara Terus Menangis, Bocah 3 Tahun di Tanbu Kalsel Dianiaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Terkait status lahan bangunan sekolah dasar di kawasan HGU PT Perkebunan Nusantara XIII Kebun Danau Salak, juru bicara Komisi II DPRD Banjar, Saidan Pahmi, ,Selasa (6/12/2022), mengungkapkannya.

Menurutnya, sedang dilakukan proses pelepasan pada aset berstatus pinjam pakai di wilayah Desa Bawahan Selan Kabupaten Banjar tersebut.

. "Saat ini lahan yang terbangun gedung sekolah akan dilepaskan dari lahan HGU. Perlu waktu karena PTPN XIII ada di Kementerian BUMN," kata anggota Fraksi Partai Demokrat ini.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Banjar itu juga mengungkapkan dalam lahan HGU PTPN XIII Kebun Danau Salak sudah terbit 9 Izin Usaha Pertambangan Batu Bara.

Baca juga: Aksi Pencurian Mobil Dilaporkan, Polisi Selidiki Modus Gadai Rental Mobil

Baca juga: Gelapkan Uang Nasabah, Mantan Karyawan Bank BTPN Syariah Cabang Binuang Diamankan Polisi 

"Kami hanya mengingatkan kepada perusahaan agar aktivitas pertambangan batu bara memperhatikan koridor dan kearifan lokal di wilayah setempat," imbuh dia.

Manajemen PTPN XIII Kebun Danau Salak yang diwakili Hasnan Fauzi, Thamrin dan Yunita, menyampaikan, sudah minta pemegang IUP batu bara untuk menutup lubang bekas tambang di dekat SDN Bawahan Selan 6.

"Saat ini, lubang itu sudah tertutup," katanya.

Ditambahkan Hasnan Fauzi, lahan HGU yang dikuasai PTPN XIII Kebun Danau Salak seluas 10 ribu hektare.

Baca juga: Reka Ulang Pembunuhan di Sungai Mesa Banjarmasin, Begini Pelaku Habisi Korban dengan Belati

Baca juga: Robek Tas Pengunjung Tapin Expo 2022, Residivis Kasus Pencabulan Ini Beraksi Mencopet Handphone

Dari luasan itu, hanya 4.720 hektare yang dikerjakan dengan pemegang IUP batu bara. Selebihnya, ditanami kelapa sawit sesuai izin usaha perkebunan PTPN XIII Kebun Danau Salak.

"Targetnya tercapai awal 2023. Saat ini yang tertanam kelapa sawit baru sekitar 1.945 hektare," sebut dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved