Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Laju Pertumbuhan Ekonomi di Kalsel Tetap Positif, Berikut Ulasan dari Bank Indonesia

Berbagai program untuk UMKM, ekspor dan kendalikan inflasi dilakukan Kantor Bank Indonesia Kalimantan Selatan sehingga perekonomian tetap tumbuh.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan, Imam Subarkah, akan digantikan oleh pejabat baru, Wahyu Pratama. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pada triwulan III 2022, perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami  pertumbuhan positif, di tengah perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi domestik.

Pada triwulan III 2022 yang tumbuh 5,59 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,81 persen (yoy). 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan ( Kpw BI Kalsel ), Imam Subarkah, Rabu (7/12/2022), mengutarakan penyebabnya.

Menurutnya, hal itu dikarenakan kinerja ekonomi yang tetap kuat tersebut ditopang oleh berlanjutnya perbaikan permintaan domestik dan tetap tingginya kinerja ekspor Kalsel

"Mulai sektor batu bara, perkebunan kelapa sawit dan industri," kata Imam Subarkah di sela Bincang Bareng Wartawan di Fugo Hotel Banjarmasin, Rabu (7/12/2022).

Baca juga: Ikut UMP Kalsel, Besaran UMK HSS 2023 Naik Jadi Rp 3,1 Juta

Baca juga: Terjadi Kenaikan UMK Balangan 2023 Sebesar Rp 200.000

Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh kinerja di pertambangan, pertanian, industri pengolahan dan konstruksi. 

Dari sisi permintaan, perlambatan ekonomi didorong oleh kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan investasi. 

Namun demikian, lanjut dia, dampak perlambatan ekonomi global terhadap kinerja ekspor Kalsel dan potensi tertahannya konsumsi rumah tangga akibat kenaikan inflasi Kalsel patut diwaspadai.

Mendukung pembangunan ekonomi di Kalimantan Selatan, Kpw BI Kalsel terus memperkuat perannya dalam memberikan advisory untuk pengembangan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Antara lain, mendorong peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, promosi perdagangan dan investasi, serta menjadikan UMKM naik kelas, baik di nasional maupun internasional.

Baca juga: Ditetapkan Sebesar Rp 3,2 Juta, UMK Tabalong 2023 Lebih Besar dari UMP Kalsel

Baca juga: UMK Batola 2023 Ditetapkan Sama UMP Kalsel, Pekerja Pabrik Kelapa Sawit Turut Senang

Baca juga: UMK Tanbu 2023 Disepakati, Angkanya Naik dari 2022

Bersama pihak terkait, menyelenggarakan Pagelaran UMKM Karya Kreatif Banua, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor (PAMOR) Borneo 2022 di Jakarta dan Jepang. 

Selain itu, menggelar Festival Ekonomi Syariah Banua 2022 sebagai bagian dari Semarak Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2022.

Dan, melaksanakan pendampingan sertifikasi Halal kepada UMKM melalui koordinasi yang erat antar kantor dan Lembaga. Juga, peningkatan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat membawa konsekuensi terhadap inflasi. 

Kemudian, mengatasi inflasi Kalsel, bersinergi dengan pemprov dan kota dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga pangan dan energi dunia, salah satunya melalui program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Baca juga: Tidak Punya Dewan Pengupahan, UMK Banjarbaru 2023 Ikuti UMP Kalsel

Baca juga: UMK Tanahlaut 2023 Ikut Provinsi Kalsel, Pemerintahan Sukamta Dorong SSU

Berbagai inisiatif yang dilakukan dalam payung GNPIP, antara lain Pasar Murah, Gerakan Menanam Cabai, Pengembangan Klaster Pangan, dan Optimalisasi Fasilitasi Distribusi Pangan.

Pada akhir pertemuan, Imam Subarkah pamit kepada insan pers  untuk pindah tugas ke BI pusat. Posisinya akan digantikan oleh pejabat yang baru nantinya, yakni Wahyu Pratama.

(Banjarmasinpost.co.id/)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved