Dispersip Kalsel

Dispersip Kalsel Kenalkan Budidaya Sayuran Hidroponik Manfaatkan Styrofoam Bekas

Hidroponik yang diterapkan oleh Tim Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dispersip Prov. Kalsel memanfaatkan barang-barang bekas berupa styrofoam

Editor: Eka Dinayanti
dispersip kalsel
model hidroponik yang diterapkan oleh Tim Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dispersip Prov. Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah (Hidroponik) menjadi alternatif cerdas ketika terbatasnya lahan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan saat ini berusaha mengedukasi masyarakat untuk mengembangkan Hidroponik pada Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Kali ini model hidroponik yang diterapkan oleh Tim Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dispersip Prov. Kalsel agak berbeda dari sebelumnya dengan mengunakan Pipa Paralon yaitu memanfaatkan barang-barang bekas berupa styrofoam bekas buah dengan mengunakan sistem sumbu.

Ada kombinasi di dalam styrofoam tempat budidaya sayuran hidroponik yang terdapat dua jenis sayur yaitu sawi daging dan bayam merah.

model hidroponik yang diterapkan oleh Tim Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dispersip Prov. Kalsel
model hidroponik yang diterapkan oleh Tim Perpustakaan Berbasis
Inklusi Sosial Dispersip Prov. Kalsel (dispersip kalsel)

Selain menggunakan Styrofoam hidroponik sederhana ini, bisa pula menggunakan barang-barang bekas lainya seperti jerigen atau bekas gelas air mineral plastik.

Sebelumnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui talkshow virtual mengajak generasi milenial bertani "asyik" dengan mempelajari teknik dasar hidroponik dan peluang usahanya.

Pegiat literasi Banua, Hajriansyah pernah mengatakan, masih banyak yang harus dibenahi terkait peningkatan literasi atau minat baca di Kalimantan Selatan.

model hidroponik yang diterapkan oleh Tim Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dispersip Prov. Kalsel
model hidroponik yang diterapkan oleh Tim Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Dispersip Prov. Kalsel (dispersip kalsel)

Menurutnya pendekatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan minat baca yaitu dengan mendekatkan terlebih dahulu pemuda dengan buku dan perpustakaan.

“PR-nya banyak, tapi yang penting dulu orang mau datang ke perpustakaan dan mau dekat dengan buku dulu,” katanya.

“Tapi tentu harus ada program berkelanjutan untuk meningkatkan wawasan dari hasil bacaanya,” tambah pria yang juga Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin.

model hidroponik yang diterapkan oleh Tim Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dispersip Prov. Kalsel
model hidroponik yang diterapkan oleh Tim Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Dispersip Prov. Kalsel (dispersip kalsel)

Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie, Senin (12/12/2022) mengatakan, kampanye literasi terus digalakkan ke berbagai tingkatan hingga paling bawah.

"Selain itu kami juga aktif dalam pengenalkan salah satu program dari Perpustakaan Nasional RI yang bertujuan menyejahterakan masyarakat dengan kegiatan yang dapat menambah wawasan dan keterampilan para Pemustaka yang berkunjung," lanjut perempuan enerjik ini.

Program yang dikenal dengan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan Program dari Perpustakaan Nasional RI.

Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan Hak Asasi Manusia.

"Melalui perpustakaan berbasis inklusi sosial masyarakat dapat diberdayakan," pungkas perempuan yang akrab disapa ungkap Bunda Nunung. (aol)

Channel YouTube Dispersip Kalsel https://www.youtube.com/@DispersipProvkalsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved