Tajuk

Infrastruktur bagi Transmigran

Kalimantan Selatan (Kalsel) pernah menjadi salah satu wilayah tujuan transmigrasi.

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Rumah eks transmigran di Tambangulang, Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PEMERINTAH Indonesia melaksanakan program Transmigrasi untuk pertama kalinya pada 12 Desember 1950, ketika Jawatan Transmigrasi memberangkatkan 98 jiwa transmigran menuju Lampung dan Lubuk Linggau.

Sejak saat itu, tanggal 12 Desember diperingati sebagai Hari Bhakti Transmigrasi (HBT).

Dari sejarahnya pula, Kalimantan Selatan (Kalsel) pernah menjadi salah satu wilayah tujuan transmigrasi.
Bahkan tak hanya kementerian atau jawatan yang terlibat.

Di Kalsel juga ada sejumlah wilayah Transmigrasi TNI Angkatan Darat (Transad ), yang cukup dikenal.

Mengiringi Hari Bakti Transmigrasi yang sudah menginjak 72 tahun, tak perlu diisi dengan upacara atau seremoni.

Terpenting saat ini bahwa program ini benar-benar bisa membawa manfaat.

Baik bagi transmigrannya, daerah yang ditinggalkan, maupun daerah yang didatangi.

Hari Bakti Transmigrasi juga bisa menjadi sarana evaluasi, atas pencapaian program ini.

Sebagaimana diketahui, saat ini ada tiga Kawasan Transmigrasi (KT) di Kalsel yang dibina oleh Pemprov Kalsel, yakni KT Cahaya Baru di Barito Kuala, KT Sebamban di Kabupaten Tanahbumbu dan KT Gula Habang di Lajar Papuyuan Kabupaten Balangan.

Sayangnya dari ketiga wilayah ini, menurut Kabid Ketransmigrasian Disnakertrans Kalsel, Ina Yuliani, KT Gula Habang kurang berhasil karena faktor alam.

Di desa ada genangan air dari dataran tinggi yang lama baru surut, sehingga warga KT ini sulit untuk bertani.

Ini mungkin satu kisah kegagalan dari sekian banyak kisah keberhasilan transmigran lain yang bisa menginsiprasi.

Tapi dari kenyataan adanya lokasi yang masih belum berkembang akibat faktor alam, seperti di Lajar Papuyan Balangan dan Jejangkit, Baritokuala, pemerintah daerah mesti secepatnya melakukan kajian komoditas apa yang bagus untuk dikembangkan, sehingga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan transmigran dan peningkatan pembangunan daerah.

Atau upaya lain untuk merelokasi dan mengatasi kendala alam, sehingga mereka yang sudah datang ke Banua bisa benar-benar produktif dan berhasil mengangkat derajat ekonominya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved