BPost Cetak

Perlu Rumah Singgah

Pemerintah kabupaten kota selayaknya memiliki rumah singgah sebagai tempat untuk merawat warganya pascarehabilitasi medis di rumah sakit jiwa

Editor: Hari Widodo
BPost Cetak
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Anggaran untuk merawat pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ) yang telah sembuh namun tak bisa dipulangkan lantaran tak diterima oleh keluarga dan tak bisa ditampung di daerah ternyata cukup besar.

Sebagaimana diungkapkan Direktur RSJ Sambang Lihum, Anna Martiana di harian Banjarmasin Post edisi Jumat (16/12).

Menurutnya, dalam setahun anggaran untuk pelayanan termasuk perawatan pasien mencapai Rp 4,5 miliar.

Saat ini, pasien di ruang transit atau pasien yang sudah selesai masa pengobatan namun belum juga pulang ada 49 orang, sementara jumlah pasien yang masih dalam tahap pengobatan sekitar 60 orang.

Menurutnya, jumlah ini beda tipis, sementara pasien transit diharapkan tak membebani anggaran RSJ.

Ya, melihat angka Rp 4,5 miliar, jika semuanya dibebankan kepada RSJ Sambang Lihum, tentu itu sangat memberatkan.

Wajar kiranya, RSJ Sambang Lihum menggandeng pemerintah kabupaten kota untuk sharing anggaran perawatan pasien tersebut. Toh, pasien yang dirawat di situ sebagian merupakan warga dari kabupaten kota yang ada di Banua.

Guna merealisasikan hal tersebut, ya tentunya harus ada ikatan kerja sama antara RSJ Sambang Lihum dengan semua pemerintah daerah yang warganya dirawat di rumah sakit tersebut sebagaimana kerja sama yang telah terjalin dengan Pemko Banjarmasin dan Banjarbaru serta Pemkab Tanbu.

Kerja sama dengan pemerintah kabupaten lainnya harus segera ditindaklanjuti oleh RSJ Sambang Lihum agar permasalahan anggaran perawatan pasien ini bisa segera teratasi.

Di sisi lain, pihak pemkab harus ‘terketuk’ untuk patungan anggaran sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Pemerintah kabupaten kota juga selayaknya memiliki semacam rumah singgah sebagai tempat untuk merawat warganya pascarehabilitasi medis di rumah sakit jiwa. Sehingga tidak ada lagi penumpukan pasien di RSJ Sambang Lihum.

Tentu akan lebih baik lagi kalau tiap daerah berpikir untuk memiliki rumah sakit sendiri yang bisa menangani warganya yang mengalami gangguan jiwa.

Jadi kalau ada keluarga yang perlu dirawat, tidak perlu jauh-jauh dibawa ke RSJ Sambang Lihum. Hal ini sedikit banyak juga meringankan pekerjaan rumah sakit jiwa yang ada.

Selain itu, jika rumah sakit jiwa lokasinya dekat, tentu akan memudahkan warga dalam proses pengobatan. Warga pun bisa mudah mengontrol proses pengobatan familinya yang dirawat. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved