BPost Cetak

Tahun Depan Beli Gas Melon Pakai Aplikasi, Ponsel Aslina Sulit Akses MyPertamina 

Kementerian ESDM bakal menguji coba penjualan elpiji untuk masyarakat miskin dengan menggunakan MyPertamina mulai 2023

Editor: Hari Widodo
Dok Banjarmasinpost
Pasar murah khusus menjual LPG 3 kg diadakan di halaman Stadion Pembataan, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (17/10/2022). Tahun depan Kementerian ESDM bakal menerapkan pembelian LPG 3 KG dengan aplikasi My Pertamina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Susah dan ribet. Itu kalimat pertama yang diucapkan Aslina, warga Jalan Sultan Adam Banjarmasin, saat ditanya mengenai penggunaan aplikasi MyPertamina untuk membeli elpiji subsidi tiga kilogram. 

Pembantu rumah tangga ini mengaku tak merasa susah mendapat gas melon kendati harus mengantre.

“Kalau pakai aplikasi, malah bikin warga bingung. Apalagi warga yang mengantre mayoritas orang tua,” katanya, Jumat (16/12).

Pemilik rumah kecil di bantaran Sungai Awang ini menggunakan telepon selular android yang bisa dibilang sudah tertinggal zaman. 

Ketika ingin membuka aplikasi Whatsapp saja, handphone Aslina lambat memprosesnya.

“Apalagi kalau tambah aplikasi. Kalau memang harus pakai MyPertamina, masa saya harus beli hape lagi. Mending beli makan,” katanya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menguji coba penjualan elpiji untuk masyarakat miskin tersebut dengan menggunakan MyPertamina mulai 2023.

Aturan ini sudah diberlakukan di beberapa daerah seperti Cipondoh Tangerang Selatan dan Semarang. Namun Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan pemerintah baru mengujicobanya secara nasional tahun depan.

“Sekarang kita sudah mulai (pembatasan), namun tahun depan kita full-kan,” katanya di Kompleks DPR RI, Senin (12/12/2022).

Sementara ini Rizky Maulana, pemilik kedai kopi whisper di Jalan Cemara Banjarmasin tidak mengeluhkan aturan tersebut.

“Bagus saja. Asalkan hasilnya tidak ada lagi orang yang jual gas dengan harga tidak wajar,” ujar pengusaha kuliner yang mengaku sering membeli elpiji tiga kilogram di eceran tersebut.

Maulana biasanya menghabiskan satu tabung di kedainya dalam satu minggu.

“Beli di luaran harganya Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per tabung,” ujarnya.

Kendati tidak mempermasalahkan penggunaan aplikasi untuk membeli elpiji subsidi, dia measa kasihan dengan warga yang tidak punya ponsel pintar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved