Kuliner Kalsel

Kuliner Kalsel - Gula Banyiur Makanan Khas Kandanganlama Kabupaten Tala Terbuat dari Aren Pilihan

Kuliner Kalsel. Gula banyiur kuliner khas Desa Kandanganlama, Kabupaten Tanah Laut (Tala), dari aren pilihan, digoreng, terbungkus daun pisang.

Penulis: Idda Royani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Kepala Desa Ahmad Bahtiar, memperlihatkan Gula Banyiur makanan tradisional khas desanya, yakni Kandanganlama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (21/12/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), tak cuma kaya potensi wisata maupun sumber daya alam lainnya.

Lebih dari itu, daerah agraris ini juga memiiki keragaman kuliner tradisional yang khas. Antara lain makanan tradisional khas dari daerah ini, yakni Gula Banyiur.

Makanan ringan ini hingga sekarang masih eksis di Desa Kandanganlama, Kecamatan Panyipatan. Setidaknya saat ini ada satu warung yang menjual Gula Banyiur tersebut, yakni warung di seberang kantor desa setempat.

"Gula Banyiur merupakan makanan khas asli dari desa kami. Alhamdulilah sampai sekarang masih ada meski tak banyak lagi," ucap Ahmad Bahtiar, Kepala Desa Kandanganlama, kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (21/12/2022).

Baca juga: YPWB Kota Banjarmasin Launching Video Bahasa Isyarat, Bantu Disabilitas Akses Pelayanan Publik

Baca juga: Liburan Natal dan Tahun Baru, Penumpang Pesawat Tak Wajib PCR dan Antigen, tapi Wajib Ini

Dinamai Gula Banyiur, paparnya, karena terbuat dari gula yakni gula aren dan kelapa yang diparut. "Kelapa itu Bahasa Banjarnya adalah nyiur. Gula Banyiur itu atrinya gula yang bercampur kelapa," jelas Bahtiar.

Ia menerangkan, Gula Banyiur terbuat dari bahan gula aren pilihan dan kelapa yang diparut. "Cara membikinnya, digoreng hingga menggumpal kemudian dikemas dalam kemasan daun pisang," paparnya.

Dikatakannya, saat ini ada dua orang yang membikin kue tradisional tersebut, yakni Mama Ulsen di lingkungan RT 1 dan Saleh kaum masjid di lingkungan RT 2.

"Kalau Mama Ulsen tiap hari ada menjualnya di warung. Sedangkan Pak Saleh membikin kalau ada pesanan," sebut Bahtiar.

Baca juga: Rumah Tingkat Dua di Pembangunan 1 Banjarmasin Ambles, Sempat Terdengar Bunyi Retakan

Baca juga: Tanahlaut Dapat Belasan Formasi PPPK Tenaga Teknis 2022, Ini Kualifikasi Pendidikan yang Dibutuhkan

Gula Banyiur tersebut dijual seharga Rp 8-10 ribu per buah. Dibungkus dengan daun pisang, berbentuk bulat, berdiameter sekitar 2-3 dan panjang sekitar 10 sentimeter.

Warnanya agak kecokelatan dengan tekstur agak gembur. Cita rasanya manis sedang karena terbuat dari gula aren.

"Gula arennya yang pilihan. Kalau gula arennya kurang baik, malah tidak bisa jadi. Tahan disimpan sekitar setengah bulan," pungkas Bahtiar.

Sementara itu, Rahmat, warga Pelaihari, mengaku menyukai Gula Banyiur tersebut. Dirinya pernah sekali mencicipi makanan tradisional khas Kandanganlama tersebut.

Baca juga: Gerayangi Anak di Bawah Umur, Remaja di Kecamatan Alalak Batola Dilaporkan ke Polisi

Baca juga: Perbaiki Jembatan Vital Usahatani, Warga Kandanganlama Tala Gotong-royong Patungan Beli Material

"Awalnya saya kira lalaan (ampas pembuatan minyak goreng kelapa) yang dipadatkan. Ternyata bukan. Setelah saya mencobanya, ternyata enak, bikin ketagihan," aku pekerja swasta ini.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

  • Berita Terkait :#Kuliner Kalsel
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved