Tajuk

Cuaca Ekstrem dan Mitigasi

Di Kalimantan Selatan, cuaca yang tidak bersahabat ini mulai ‘menghantui’ warga di beberapa kota dan kabupaten.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Bocah melihat dermaga porak-poranda akibat terjangan ombak besar, yakni di Pantai Batakan Baru, Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (24/12/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - WASPADA cuaca ekstrem periode 25 Desember 2022-1 Januari 2023.

Peringatan ini dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menyusul saat ini Indonesia sedang memasuki puncak musim hujan.

Diperkirakan ada 11 provinsi yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, bahkan dapat menjadi ekstrem, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Selain itu ada sembilan provinsi yang diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yaitu Aceh, Lampung, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Khusus Kalimantan Selatan, cuaca yang tidak bersahabat ini mulai ‘menghantui’ warga di beberapa kota dan kabupaten.

Di Kabupaten Tanah Luat misalnya, hujan disertai puting beliung terjadi di Desa Benuaraya Kecamatan Batibati, di Desa Tambangulang dan di Desa Kayuabang Kecamatan Tambangulang.

Sejumlah rumah rusak akibat amukan puting beliung tersebut.

Tak hanya puting beliung, gelombang cukup tinggi, mencapai tiga meter, juga menyapu rumah-rumah warga yang ada di tepi pantai dan merusak fasilitas objek-objek wisata tepi pantai.

Terkait gelombang tinggi ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Syamsudin Noor, Banjarbaru, mengeluarkan peringatan waspada untuk perahu nelayan, kapal penumpang, feri dan tongkang terhadap potensi gelombang tinggi.

Mengingat cuaca ekstrem ini akan terjadi hingga beberapa minggu ke depan dan juga bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru kepada pihak-pihak terkait diharapkan melakukan persiapan mengantisipasi atau mitigasi.

Ini untuk mengurangi risiko atau dampak negative dari cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung.

Di darat, dinas atau instansi yang bertanggung jawab dengan pohon-pohon yang ada di tepi jalan diharapkan mengecek semua kondisi pohon dan memangkas dahan atau ranting pohon yang sudah rapuh.

Ini untuk mengantisipasi pohon tumbang dan menimpa para pengguna jalan.

Hal yang sama juga harus dilakukan oleh dinas atau intansi yang bertanggung jawab dengan periklanan, yakni memeriksa tiang atau baliho yang ada di tepi jalan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved