Berita Banjarmasin

Cheerleader Banua Punya Prestasi Mentereng Level Nasional, OPT KORMI Kalsel Beri Pedoman Keselamatan

Pegiat cheerleader di Kalsel punya prestasi mentereng di ajang nasional. OPT KORMI Kalsel berinisiatif tanamkan pedoman soal aspek keselamatan.

Penulis: Noorhidayat | Editor: Achmad Maudhody
Banjarmasinpost.co.id
Puluhan pegiat cheerleader Kalsel berkumpul di Aula Gedung KNPI Kalsel di Banjarmasin, Selasa (27/12/2022). Mereka mendapat pengetahuan tentang aspek keselamatan, teknik dasar dan sejarah cheerleader dari OPT KORMI Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi Olahraga Petualangan Tantangan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (OPT KORMI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Program Penguatan Kapasitas Pegiat (P2KP) pemandu sorak atau cheerleader di Aula Gedung KNPI Kalsel, Banjarmasin.

Kegiatan ini digelar selama dua hari sejak Selasa (27/12/2022) hingga Rabu (28/12/2022).

Ketua Komisi OPT KORMI Kalsel, Indra Anshori mengatakan, P2KP kali ini diikuti 20 pegiat cheerleader Kalsel.

Ada beberapa materi yang disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pemandu Sorak Indonesia (APSI) Kalsel dan sekaligus dipraktikkan langsung oleh para peserta.

"Seperti sejarah organisasinya, dasar-dasar cheerleader dan juga langsung praktik teknik-teknik dasar," ujar Indra, Selasa (27/12/2022).

Pada saat penyampaian materi, Indra menyebut, rupanya masih banyak pegiat-pegiat Cheerleader di Kalsel yang masih belum tahu dasar-dasar cheerleader.

Namun hebatnya hanya setahun setelah APSI Kalsel berdiri pada Tahun 2021 lalu, para pegiat cheerleader Kalsel sudah mampu menorehkan prestasi berupa raihan medali bahkan di tingkat Nasional.

"Padahal mereka ini prestasinya sudah sampai Nasional, ketika ada event FORNAS di Palembang kemarin mereka meraih Perunggu, padahal itu event perdana mereka," ungkapnya.

Baca juga: Kevin De Bruyne Uraikan Obsesi Erling Haaland, Robot Manchester City Bisa Lewati Messi dan Ronaldo

Karena itu, P2KP digelar untuk lebih mematangkan lagi persiapan para pegiat cheerleader menyambut dan FORNAS tahun 2023 mendatang, termasuk soal pemahaman akan keselamatan dalam cheerleader.

"Karena cheerleader itu tidak cuman asal lempar dan asal tangkap, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, seperti keselamatan dan aspek fisiknya harus diperdalam lagi dan harus paham mereka," tukasnya.

"Harapannya mereka bisa lebih berprestasi lagi setelah diberikan pembekalan yang benar-benar matang, minimal lebih dari perunggu lah," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua APSI Kalsel, Agus Supiannor menyampaikan, selain materi dasar-dasar cheerleader ada juga penyampaian tentang sejarah, kapan dan dari mana cheerleader berasal.

"Akan ada juga praktik langsung bagaimana teknik-teknik membentuk formasi piramid, toast, liberty, stunt dan masih banyak lainnya," jelasnya.

Acara itu juga dihadiri langsung oleh Wakil Ketua KORMI Kalsel, Yanuari Frans.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved