Religi

Kiat-kiat Istiqomah Beribadah di Lingkungan yang Buruk, Berikut Penjelasan Buya Yahya

Penceramah Buya Yahya menjelaskan kiat-kiat istiqomah dalam beribadah meski di lingkungan yang buruk.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
capture kanal youtube Al-Bahjah TV
Buya Yahya terangkan mengenai kiat-kiat tetap istiqomah kala berada di lingkungan buruk. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Buya Yahya menjelaskan kiat-kiat istiqomah dalam beribadah meski di lingkungan yang buruk.

Diterangkan Buya Yahya, sebab utama seseorang bisa istiqomah di jalan kebaikan adalah lingkungan.

Jikalau lingkungan kurang baik, Buya Yahya menyebut akan mempengaruhi sikap dan perbuatan seseorang.

Lantas, bagaimana jika seorang muslim ingin istiqomah ibadah di lingkungan yang buruk?

Buya Yahya menjelaskan jika ingin tetap istiqomah dalam ibadah atau amal shaleh maka jangan membiasakan diri bergaul di lingkungan yang kurang baik.

Baca juga: Batasan Waktu Shalat Dhuha, Simak Ceramah Ustadz Adi Hidayat hingga Jelang Dzuhur

Baca juga: Saudi Prioritaskan Indonesia untuk Kuota Tambahan

" Istiqomah yang membantu adalah lingkungan, misalnya istiqomah shalat Tahajud, akan istiqomah jika satu keluarga rajin shalat Tahajud, namun kalau suaminya hanya tidur saja bisa jadi istri ketularan ngorok, sehingga lingkungan sangat penting utamanya lingkungan dalam rumah," papar Buya Yahya dikuitp Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Jikalau lingkungan dekat rumah terbilang buruk dan mengajak kepada kemaksiatan, maka tidak ada solusi lain selain hijrah.

Hijrah meninggalkan tempat yang buruk sebagaimana dilakukan Nabi Muhammad SAW. Hendaknya tidak mempertahankan tempat tinggal yang lingkungannya buruk hanya dengan hal-hal yang tidak syar'i misal karena warisan.

"Anda mungkin bisa benar, namun anak-anakmu bisa rusak gara-gara lingkungan, yang lebih dari itu, utamanya niat yang serius kepada Allah untuk istiqomah," jelas Buya Yahya.

Walaupun berada di lingkungan yang kurang baik, akan tetapi niatnya sudah kukuh maka akan tetap istiqomah, namun hal ini cenderung berat.

Hal yang tak kalah penting adalah memiliki kawan yang selalu mengajak kepada kebaikan.

Hendaknya menjauhi orang yang memiliki perangan pemalas, misalnya cenderung sulit untuk diajak shalat berjamaah.

"Jadi teman itu mempengaruhi seseorang melakukan kebaikan, ada teman hidup dan teman mati, tak sedikit orang rusak karena teman, teman dari benda mati adalah elektronik, handphone, televisi, kalau yang ditonton tidak benar bisa merusak juga," ucap Buya Yahya.

Jikalau seseorang ingin hijrah sementara temannya tidak baik, maka akan sulit atau tidak kuat. Mungkin pikirannya mengerti dan menolak sesuatu yang haram, namun syahwatnya yang berbisik senang dengan hal haram itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved