Heboh Banget

VIDEO Heboh Banget Polisi Main Lato-lato dan Kemuidan Minta Maaf, Propam Polda Kalsel Turun Tangan

Anggota Polres HSU, Aipda Dwi Hartono, minta maaf karena di akhir video tutorialnya banting mainan ini. Dia dapat sanksi dari Bid Propam Polda Kalsel.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ramai beredar di media sosial TikTok mengenai video yang memperlihatkan seorang polisi membuat tutorial bermain lato-lato.

Belakangan diketahui sosok tersebut adalah Aipda Dwi Hartono, anggota Polres Hulu Sungai Utara (HSU),  Kalimantan Selatan (Kalsel).

Video terbaru ini menyita perhatian warganet, bukan lantaran tutorial bermain lato-lato, melainkan kelanjutan dari akun TikTok @dwiwtt yang memperlihatkan Aipda Dwi minta maaf kepada masyarakat dan petinggi Polri.

Tak hanya itu, Aipda Dwi Hartono juga menyertakan cuplikan foto-foto yang terlihat seperti menerima hukuman di depan Polres HSU di Kota Amuntai.

Setelah video berisi konten 'tutorial' bermain lato-lato itu viral, Aipda Dwi mengunggah video lagi yang berisi permintaan maaf. Dia mengaku tidak ada niat merusak marwah Polri dengan video tutorial lato-lato.

Baca juga: VIRAL Pengendara Motor Santai Melintasi JPO, Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Janji Mencarinya

Baca juga: Truk Terguling di Kota Martapura Kalsel Bisa Dievakuasi, Sopir Mengaku Mengantuk

Baca juga: Perluas Areal Haul ke-18 Guru Sekumpul, Panitia Bangun Panggung Kayu Berkapasitas 300 Jemaah 

"Video itu saya buat semata-mata hanya untuk hiburan kepada masyarakat, sebagai salah satu bentuk pendekatan yang humanis. Sekali lagi, saya mohon maaf, saya menyesal dan saya siap mempertanggungjawabkan apa yang saya buat dan ini menjadi pelajaran yang berharga buat saya," ujar Aipda Dwi Hartono dalam narasi video , Senin (9/1/2022).

Sementara itu, mengenai video tutorial lato-lato tersebut, akun tiktok @dwiwtt menyita 4,5 juta perhatian dari warganet, 6 ribu komentar dan 75 ribu tanda suka.

Sedangkan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, kepada sejumlah media mengatakan, bagian akhir video yg membanting lato-lato dianggap bukan contoh baik bagi anak-anak.

“Tidak elok dilihat seorang polisi membanting barang, dalam hal ini lato-lato. Jika dilihat dan ditiru anak kecil bagaimana. Kita tahu penggemar permainan lato-lato kebanyakankan anak kecil,” ucap Kapolda Kalsel tersebut.

Penelusuran Banjarmasinpost.co.id, akibat aksinya di dalam video tersebut membuat Banit Propam Polres HSU itu diambil pistolnya.

Baca juga: Kalsel Prioritaskan Calon Jemaah di Atas 65 Tahun dan Lunas Biaya Haji Berangkat Tahun Ini

Baca juga: Klaim Polisi Asuransi Nasabah AJBB Tersendat, OJK Sebut Bumi Putera Perusahaan Mutual

Baca juga: Dilaporkan Member Arisan Online, Selebgram Banjarmasin Ini Mengaku Bukan Bandar

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Kalsel, Kombes Drs Djaka Suprihanta, SH, MHum.

"Sudah kami periksa dan dicabut senjatanya," ujar Jaka saat dihubungi Banjarmasinpost.co.id, Selasa (10/1/) sore.

Selain menyita senjata, Jaka menerangkan juga bahwa Aipda Dwi Hartono mendapatkan sanksi lainnya.

"Sanksi lainnya, push up, hormat bendera dari pagi sampai sore di Polres HSU. Dan juga, permohonan maaf di media sosial," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved