Ekonomi dan Bisnis

Petani Karang Mulya Kabupaten Tanbu Dapat Mesin Panen Padi, Bisa Pangkas Biaya Operasional

Dinas KPH Kabupaten Tanbu serahkan mesin panen padi untuk 10 kelompok tani di Desa Karang Mulya, Kecamatan Kusan Hulu, Kalsel.

Penulis: Man Hidayat | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MAN HIDAYAT
Seorang petani, Suparmin, mencoba mengoperasikan mesin panen padi di depan Kepala Dinas KEtahanan Pangan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Hairuddin, Rabu (18/1/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Seorang petani, Suparmin, langsung mencoba mesin panen padi, combine harvester, yang diterimanya, Rabu (18/1/2023). 

Dia mengoperasikan alat pertanian tersebut di Gudang Alsintan, Jalan Dharma Praja, Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (18/1/2023) siang.

Dia dan petani lainnya mereka merasa sangat terbantu bisa memiliki alat pemanen padi di kelompok taninya (Koptan), Setia Tani, di Desa Karang Mulya, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanbu, Kalsel.

Mesin yang diterima Koptan Setia Tani ini pun sesuai permintaan, yaitu Yanmar YH 850.

Baca juga: Ikan Hias Channa Sedang Populer Saat Ini di Banjarmasin, Harga Sampai Jutaan Rupiah

Baca juga: Ribuan Relawan Lintas Organisasi di Kalsel Siap Terjun di Acara Haul Akbar ke-18 Guru Sekumpul

Ketua Kotan Setia Tani, Suparmin, mengakui, mesin panen panen sangat diperlukan oleh anggotanya dan juga Koptanlainnya di Desa Karang Mulya. 

"Mesin ini akan dimanfaatkan bukan hanya anggota dari Kelompok Tani Setia Tani, tapi 10 Koptan di Desa Karang Mulya. Jumlahnya ada 10 kelompok tani,” bebernya.

Dia mengatakan untuk perbandingan manual dengan mesin ini, operasionalnya sangat jauh berbeda.

Jika menggunakan peralatan manual untuk panen pada lahan 1 hektare, ongkosnya bisa mencapai antara Rp 6 juta sampai Rp 7 juta. Tetapi dengan mesin, hanya sekitar 2 jutaan. 

Baca juga: Etika Memberi dan Menerima Kado di Imlek 2023, Dahulukan Paling Tua

Baca juga: Warung Malam di Tanahlaut Kembali Disisir Petugas, Kasatpol PP: Ada Pengunjung yang Langsung Kabur

"Jadi, dengan adanya mesin ini, kami sangat terbantu. Karena, operasional yang lebih minim, hanya menggunakan BBM dan operator, " katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura (KPH) Kabupaten Tanbu, Hairuddin, mengatakan,  bantuan mesin panen padi ini sebagai bentuk perhatian serta dukungan dari pemerintah daerah.

Utamanya, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi petani. 

"Semoga, bantuan ini bisa dimanfaatkan semua petani di Desa Karang Mulya dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ucapnya, setelah penyerahan bantuan mesin panen padi, di depan petani desa setempat.

Baca juga: Gubernur Kalimantan Selatan Terkesan Jajal Motor Listrik

Baca juga: Rincian Harga Emas Antam Rabu 18 Januari 2023, Rp 1.022.000 per Gram, Turun Drastis Rp 10.000

Ia juga mengharpakan kepada para petani agar dapat meningkatkan produksi pertanian, setelah ada mesin panen padi tersebut.

"Pesan saya, mesin panen padi ini dirawat bersama agar kebermanfaatannya bisa lama. Ini merupakan bantuan dari Pemab Tanbu kepada kelompok tani, dengan harapan hasil pertanian bisa lebih meningkat. Apalagi, harga mesin itu cukup mahal, yaitu sekitar Rp 750 juta," pesan Kepala Dinas KPH Kabupaten Tanbu. 

(Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved