Hamil di Luar Nikah Salah Satu Pemicu Pernikahan Dini, 250 Warga di Bawah Usia 19 Menikah di Kalsel

Berdasarkan data DP3A Kalsel, pada 2022, ada 250 warga di bawah usia 19 tahun yang menikah.

Editor: Eka Dinayanti
tribunnews
ilustrasi pernikahan dini 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyatakan dispensasi nikah anak paling banyak terdapat di Jawa Barat, kemudian Jawa Timur dan selanjutnya Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak PPPA Rohika Kurniadi Sari.

Anak di sini berusia di bawah 19 tahun.

Bagaimana di Kalimantan Selatan? Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalsel, pada 2022, ada 250 warga di bawah usia 19 tahun yang menikah.

Di antaranya anak perempuan berusia 13 tahun 8 bulan di Kota Marabahan, Kabupaten Baritokuala (Batola).

Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, syarat nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) minimal berusia 19 tahun.

Baca juga: Pernikahan Dini Dilarang, Banyak Pasangan Muda di Banjarbaru Pilih Nikah Siri

Di bawah usia tersebut harus mendapatkan dispensasi dari Pengadilan Agama (PA).

Kepala DP3A Kalsel Adi Santoso mengatakan terdapat beberapa kasus sehingga pernikahan di bawah umur mendapat dispensasi PA.

“Misalnya, hamil di luar nikah. Dengan kondisi itu, mau tidak mau hakim menyetujui pernikahan usia dini,” jelasnya, Kamis (19/1).

Menurut Adi, kasus pernikahan anak bisa terjadi di mana saja.

Baik di perkotaan maupun pedalaman, dengan latar belakang masing-masing.

Di Banjarmasin, berdasarkan data 2022, ada 42 anak.

Adi menyebut Pemprov Kalsel bersama 13 pemerintah kabupaten/kota sudah membuat rumusan untuk menangani masalah tersebut.

DP3A Kalsel sudah mencanangkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan Perkawinan Anak.

Langkah tersebut dimuat dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Kalsel Nomor 20 Tahun 2022.

Dalam pergub, instansi terkait dengan peran masing-masing diminta melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mencegah pernikahan dini.

Termasuk menyosialisasikan syarat usia pada UU Perkawinan serta tentang kekerasan seksual.

“Semoga efektif dalam rangka upaya pencegahan pernikahan anak di Kalsel, setidaknya bisa turun dua persen, sesuai target setiap tahun,” pungkasnya. ( BPost Cetak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved