Olahraga Kalsel

Matangkan Atlet Hadapi Pra PON, Kelas 55, 65, 80 dan Mens Sport Jadi Andalan Pengprov PBFI Kalsel

PB PBFI menetapkan, tiap Pengprov PBFI dibatasi mengirimkan 11 atlet pada ajang Pra PON. Pengprov PBFI Kalsel genjot program latihan atletnya.

Penulis: Noorhidayat | Editor: Achmad Maudhody
Banjarmasinpost.co.id
Ketua Umum PBFI Kalsel, H Imus dan Atlet Binaraga Kalsel kelas 65 kg, Iswahyudi saat latihan bersama di BSC, Minggu (22/1/2023). PB PBFI menetapkan, tiap Pengprov PBFI dibatasi mengirimkan 11 atlet pada ajang Pra PON. Pengprov PBFI Kalsel genjot program latihan atletnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Seluruh Indonesia (PBFI) Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah mulai menggenjot latihan para atlet binaraganya sejak dini untuk menghadapi Pra PON yang bakal digelar Bulan September 2023 mendatang.

Mengingat, PB PBFI telah mengeluarkan keputusan bahwa setiap daerah hanya diberikan kuota untuk mengirimkan 11 atlet untuk 11 nomor yang dipertandingkan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBFI Kalsel, H Musthohir Arifin, kepada Banjarmasinpost.co.id, saat ditemui di Bugar Sport Center (BSC) Teluk Dalam Banjarmasin, Minggu (22/1/2023).

Adapun 11 nomor yang dipertandingkan, yakni kelas 55, 60, 65, 70, 75, 80, 85, 85+, mens sport <170>170cm dan mens athletic.

"11 atlet untuk 11 nomor. Tapi, satu nomor boleh diikuti oleh dua atlet," jelas H Imus sapaan akrabnya didampingi Ketua Harian Pengprov PBFI Kalsel, Yudha Pribadi.

Baca juga: 31 Atlet PWNU Kalsel Bertarung di Ajang Porseni NU di Solo, Polda Kalsel Beri Dukungan

Lebih lanjut H Imus menjelaskan, jika menurunkan lebih dari satu atlet di antara nomor pertandingan tersebut, otomatis maka ada nomor pertandingan yang tidak dapat diikuti, karena hanya boleh mengirim 11 atlet.

Dibeberkannya, Kalsel sendiri saat ini memiliki beberapa nomor unggulan saat ini yang dianggap berpotensi pada Pra PON nanti.

"Kelas 55, 65, 80 dan di Mens Sport lah yang berpotensi besar untuk lolos ke PON 2024 nanti," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov PBFI Kalsel, Yudha Pribadi menyampaikan, batasan usia atlet binaraga untuk mengikuti Pra PON dan PON nanti 49 tahun.

"Kalau tidak salah maksimal kelahiran 1975, itu juga sudah diterapkan pada Kejurnas kemarin," jelasnya.

Ditempat yang sama, atlet binaraga kelas 65 kg, Iswahyudi terpantau sedang melakukan latihan bersama H Imus.

Saat coba diwawancarai, ia menerangkan bahwa sudah mempersiapkan diri sejak lama.

"Setiap hari saya berlatih, untuk memaksimalkan diri di Pra PON maupun event-event lainnya," tuturnya.

Ia pun optimis bisa lolos pada Pra PON nanti untuk lanjut ke ajang PON 2024 mendatang.

( Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved