Djumadri Masrun Menyerahkan Diri

BREAKING NEWS - Sempat DPO, Mantan Ketua KONI Banjarmasin Akhirnya Menyerahkan Diri

Sempat dinyatakan masuk DPO, Mantan Ketua KONI Banjarmasin, H Djumadri Masrun akhirnya menyerahkan diri

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Humas Kejari Banjarmasin untuk BPost
Mantan Ketua KONI Banjarmasin, H Djumadri Masrun (jaket cokelat) saat berada di Kejari Banjarmasin, Selasa (24/1/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sempat dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) mantan Ketua KONI Banjarmasin yakni H Djumadri Masrun rupanya menyerahkan diri.

Pasalnya hari ini Selasa (24/1/2023) pagi, terpidana kasus korupsi dana hibah KONI Banjarmasin untuk Porprov Kalsel 2017 di Tabalong ini datang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin.

"Iya, tadi pagi sekitar pukul 08.00 Wita, kami menerima kedatangan terpidana atas nama Djumadri Masrun. Intinya yang bersangkutan menyerahkan diri dan hadir secara sukarela," ujar Kepala Kejari Banjarmasin, Indah Laila SH MH melalui Kasi Intel, Dimas Purnama Putra.

Dimas menambahkan bahwa terpidana Djumadri Masrun datang dengan didampingi oleh pihak keluarga dan juga kuasa hukumnya.

Baca juga: Menghilang Saat Hendak Dieksekusi, Mantan Ketua KONI Banjarmasin Djumadri Masrun Ditetapkan Jadi DPO

Baca juga: Sidang Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah, Dua Mantan Petinggi KONI Banjarbaru Jadi Terdakwa

Baca juga: Dua Terdakwa Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Divonis 3 Tahun 4 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Akan Banding

Djumadri sendiri terseret kasus korupsi dana hibah KONI Banjarmasin pada ajang Porprov Kalsel 2017 sebesar Rp 14 Miliar.

Setelah dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ditemukan kerugian negara mencapai Rp 2,1 Miliar.

Dalam putusan kasasi MA nomor 1249 K/Pid.Sus/2022, menyatakan Djumadri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan subsider dan  menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun. 

Ditambah wajib membayar denda sebesar Rp 200 juta. Apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka terpidana dikenakan hukuman pengganti berupa pidana kurungan selama enam bulan.

Djumadri Masrun tidak sendirian, pasalnya mantan Sekretaris KONI Banjarmasin yakni Widharta juga mendapat vonis yang sama.

Baca juga: Dituntut 5 Tahun Penjara, Begini Respon Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Dana Hibah KONI Banjarmasin 

Hanya saja Widharta sudah dieksekusi oleh Kejari Banjarmasin setelah mendapat surat panggilan dan langsung datang.

Sementara terpidana Djumadri tak jua hadir setelah diberikan dua kali surat panggilan, kemudian saat didatangi ke rumahnya juga tidak ditemukan hingga kemudian ditetapkan sebagai DPO.
(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved