Kuliner Kalsel

Kuliner Kalsel : Eksis 48 Tahun di Pasar Martapura, Tahu Goreng Legenda Ini Selalu Dinanti

Rombong Tahu Goreng Legenda eksis 48 tahun di kawasan Pasar Bauntung Batuah Martapura

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Disinilah rombong tempat Wandi menjual Tahu Goreng Legenda yang sudah ada sejak 48 tahun silam di Pasar Bauntung Batuah Martapura, Rabu (25/1/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tempat jualannya hanya berupa gerobak atau rombong yang dilengkapi sebuah meja dan bangku, namun menu yang dijual banyak diminati pengunjung Pasar Bauntung Batuah Martapura.

Hanya satu menu yang tersedia dan itu sudah bertahan selama 48 tahun yaitu tahu goreng saus kacang plus telur dadar. Karena eksistensinya sudah hampir setengah abad maka menu itu disebut Tahu Legenda.

Rombong Tahu Goreng Legenda setiap hari mangkal di depan pertokoan Kayutangi, depan depot kuliner, kawasan Pasar Bauntung Batuah Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Wandi, pemilik usaha, mengatakan, usaha ini dirintis sang ayah sejak 1975 yang dulunya berlokasi dekat bioskop atau beberapa meter dari tempat jualan sekarang.

Baca juga: Wisata Kalsel - Pusat Kuliner di Lapangan dr Murdjani Kota Banjarbaru

Baca juga: Kuliner Kalsel - Menikmati Sulur Keladi sebagai Pelengkap Makan di Kabupaten Barito Kuala

"Sejak 2015 saya menggantikan ayah berjualan, sebab beliau sudah tua," ujar Wandi seraya mengatakan ayahnya meninggal pada 2020 di usia 82 tahun.

Racikan Tahu Legenda adalah irisan ketupat, tahu goreng dan tempe yang digunting, lantas disiram saus kacang dan ditaburi kerupuk dan kecambah. Terakhir di atasnya ditaruh telur dadar.

Seporsi dihargai Rp12 ribu. Dalam sehari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 Wita, Wandi menjual 25-30 porsi dan jika sedang ramai hingga 50 porsi.

Baca juga: Kuliner Kalsel - Gula Banyiur Makanan Khas Kandanganlama Kabupaten Tala Terbuat dari Aren Pilihan

"Alhamdulillah, meski sekarang saya yang menggantikan jualan, namun pelanggan ayah tetap datang ke sini. Pastinya karena citarasa yang disajikan tetap sama," tukas Wandi.

Bahkan ada pelanggan sang ayah yang sejak 90-an di masa SMP suka makan tahu di situ. Sampai sekarang dia sudah berkeluarga dan bekerja tetap saja sering mampir.

 (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved