Dispersip Kalsel

Tambah Koleksi Penulis Lokal, Henny Etzelina Serahkan 100 Unit Buku Kedua ke Perpustakaan Palnam

Disersip Kalsel menerima 100 unit buku karya penulis lokal Henny Etzelina yang selama ini lebih dikenal sebagai Selebgram Banua

Editor: Eka Dinayanti
dispersip kalsel
Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menerima buku yang diserahkan oleh Henny ke Perpustakaan Palnam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Henny Etzelina yang lebih dikenal sebagai selebgram di Kalsel, ternyata memiliki bakat sebagai penulis.

Bahkan ia sudah melahirkan dua buku.

Tak ingin bukunya terpendam begitu saja, perempuan yang berprofesi sebagai MC ini menyerahkan karya keduanya ke Perpustakaan Palnam Banjarmasin, Selasa (24/1/2023).

Henny menyerahkan 100 unit buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan diterima langsung Kepala Dispersip Kalsel Hj Nurliani Dardie.

Menurutnya buku yang diserahkannya itu adalah karya keduanya yang telah dilaunching pada 22 November 2022 lalu, berjudul ‘Tak Ada Badai yang Tak Berlalu’.

“Target khusus pembaca buku ini adalah kaum muda-mudi atau kaum milenial. Guna menghidupkan semangat bagi mereka dalam menghadapi segala lika-liku kehidupan. Tapi karena isi buku ini ringan, jadi bisa dibaca oleh semua kalangan,” katanya.

Alasannya mengambil judul tersebut. Ia menceritakan pengalaman sejak pandemi Covid-19 lalu.

“Saya tetap berusaha produktif di tengah pandemi yang menghantam,” katanya.

Ia berharap, dari buku yang diserahkan itu bisa memberikan manfaat dan menginspirasi bagi para pembacanya.

Baca juga: Mudahkan Layanan untuk Kalangan Disabilitas, Kadispersip Kalsel Akan Rekrut Karyawan Disabilitas

“Jadi dari buku kedua ini, badai apapun yang kita lalu namun kita selalu ada hak,” ucap Henny.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menerima baik buku yang diserahkan oleh Henny ke Perpustakaan Palnam.

Terlebih itu merupakan karya dari penulis lokal guna menambah koleksi buku di sana.

“Kami ucapkan terima kasih, buku ini kami terima. Siapapun yang ingin menyerahkan buku hasil karya akan kami terima, guna mengembangkan penulis lokal di Banua kita, dan meningkatkan literasi membaca dari para penulis ini,” ucap Bunda Nunung sapaan akrab Hj Nurliani Dardie.

Kata Bunda Nunung, hal itu sesuai dengan UU No 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam serta PP No 55 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2018.

“Hal ini dalam rangka menunjang pembangunan melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan menyelamatkan karya cetak dan karya rekam dari ancaman bahaya yang disebabkan oleh alam dan perbuatan manusia,” katanya.(aol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved