Berita Nasional

Uang Rp35 Juta di Saldo Rekening Hilang Usai Transaksi Online, Mantan Gubernur NTT Mengadu ke Polisi

Uangmiliknya senilai Rp 35 juta hilang usai transaksi online, Mantan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Benny Litelnoni melapor ke Polda NTT

Editor: Irfani Rahman
net
ilustrasi kantor polisi. Mantan Wakil Gubernur NTT Lapor ke polisi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mantan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Benny Litelnoni melapor ke Polda NTT. Pasalnya uang miliknya senilai Rp35 juta hilang secara misterius di saldo rekening miliknya.

Anehnya setelah di cek uang Rp35 juta tersebut dikirim ke rekening bank lain atas nama seseorang.

Padahal yang bersangkutan merasa tak melakukan transaksi tersebut

Hilangnya uang milik mantan Wakil Gubernur NTT itu terjadi   setelah Benny bertransaksi online untuk membeli pulsa listrik.

Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018 itu sempat mengklarifikasi kepada pihak bank, namun tidak ada solusi.

Dia akhirnya melaporkan kasus itu ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) NTT untuk diproses secara hukum.

"Kasus ini telah dilaporkan ke SPKT Polda NTT sesuai dengan laporan polisi nomor LP/B/424/XII/2022/SPKT/POLDA NTT tanggal 31 Desember 2022," kata Emanuel Passar, kuasa hukum Benny Litelnoni, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (24/1/2023) malam.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca 33 Kota di  Indonesia Rabu 25 Januari 2023, Banjarmasin & Surabaya Hujan Petir

Baca juga: Jadwal Acara TV Rabu 25 Januari 2023, Halo Dokter di TVRI dan Melukis Senja di SCTV

Emanuel menuturkan, kejadian itu bermula ketika kliennya membeli pulsa listrik melalui aplikasi bank tersebut sebesar Rp 100.000.

Setelah itu, Benny lalu menyimpan telepon selulernya (Ponsel). Satu jam kemudian, Benny mengecek ponselnya.

Dia terkejut karena ada notifikasi yang masuk dengan isi pesan penarikan uang sebanyak Rp 35.999.112.

"Uang milik klien kami dikirim ke rekening bank lain atas nama Ulfa Audria Ismi," ungkap Emanuel.

Merasa tak pernah bertransaksi, Benny kemudian menghubungi kantor bank tersebut di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk memblokir rekeningnya.

Benny yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten TTS periode 2009-2013 berupaya mengklarifikasi kasus itu ke kantor bank yang ada di Kupang dan pusat, tetapi jawaban yang ia dapatkan dianggap tidak memuaskan.

"Intinya kasus ini telah kita laporkan ke polisi dan kita berharap ditindaklanjuti hingga tuntas," ujar Emanuel.

Baca juga: Info Cuaca Ekstrem Rabu 25 Januari 2023, Waspada Cuaca Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan Jawa Timur

Baca juga: Promo Indomaret Rabu 25 Januari 2023, Kratingdeng 2 Botol Rp 9.900  hingga Diskon Telur Ayam

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Polisi Ariasandy mengatakan akan mengecek laporan itu.

"Nanti saya cek, karena tidak semua laporan polisi yang masuk dilaporkan ke saya," kata Ariasandy.

Sumber : Kompas.com

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved