Ekonomi dan Bisnis

Investor Ritel di Kalsel di Era Digital Meningkat Pesat, Didominasi Milenial dan Generasi Z 

Investor ritel di Kalsel di era digital ini sangat meningkat pesat. Kebanyakan adalah investor generasi milenial dan generasi Z

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
BEI Kalsel untuk BPost
Milenial dan generasi Z belajar pasar modal di Kantor BEI KP Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Perkembangan era digital memberikan dampak positif dalam bisnis investasi di pasar modal. Di Kalsel para investor milenial makin melirik dunia bisnis ini.

Herry Wachiedin AY dari MNC Sekuritas cabang Banjarmasin, mengatakan, investor ritel di Kalsel di era digital ini sangat meningkat pesat. 

Kebanyakan adalah investor generasi milenial dan generasi Z kisaran usia 18-45 tahun.

Dengan adanya galeri investasi di kampus-kampus di Kalimantan Selatan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi menarik.

"Apalagi sekarang sudah banyak aplikasi teknologi yang mendukung kemudahan investasi pasar saham," ungkapnya.

Baca juga: Sektor Perdagangan dan Jasa Sumbang Investasi di Kota Banjarmasin hingga 1.6 Triliun Selama 2022

Baca juga: Siap Beri Edukasi, BEI Kalsel Berharap Makin Banyak Ibu-ibu Pelaku UMKM Berinvestasi di Pasar Modal

Investasi yang banyak dilirik mereka antara lain sektor perbankan, coal dan consumer serta beberapa sektor yang terbukti cukup resilien di antaranya adalah sektor telekomunikasi, kesehatan, hingga perdagangan.

Sedangkan sektor manufaktur yang diperkirakan masih dalam area kontraksi diharapkan siap rebound pada bulan depan.

"Modal yang terjangkau membuat investasi pada modal semakin diminati. Pembukaaan free account dan modal minimal Rp100 ribu apabila pertama mengaktifkan rekening gironya dan modal berikutnya bebas misal Rp10 ribu," beber Herry.

Muhammad Wahyu Azmi, Marketing Officer KISI Banjarmasin, memang daya tarik investasi pasar modal adalah modalnya murah meriah.

"Untuk minimal pembukaan rekening efek di Korea Investment and Sekuritas Indonesia hanya Rp100.000 saja, murah meriah," tukasnya.

Menurut Wahyu, beberapa sektor yang menarik adalah sektor konsumer karena peralihan status pandemi menjadi endemi yang menambah perputaran ekonomi masyarakat.

Baca juga: Kesadaran Berinverstasi di Pasar Modal Tinggi, OJK : Penghimpunan Dana Capai Rp 267,73 Triliun

Sektor konsumer juga akan positif menjelang bulan ramadhan yang tersisa sekitar satu bulan setengah.

Kemudian sektor konstruksi yang juga boleh dilirik dengan pembangunan IKN menjadi sentimen positif, juga alokasi dana dari pemerintah di tahun ini meningkat.

"Sektor lainnya adalah sektor perbankan,"pungkas Wahyu. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved