Religi

Hukum Nonton Film dan Main Game yang Ada Unsur Sihir, Ceramah Buya Yahya Imbau Waspada Terpengaruh

Buya Yahya terangkan hukum nonton film dan bermain game yanga da unsur sihir didalamnya, simak ceramanya dibawah ini

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
kanal youtube Al-Bahjah TV
Buya Yahya menjelaskan hukum nonton film maupun bermain game yang di dalamnya ada karakter yang berhubungan dengan unsur sihir 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Buya Yahya menjelaskan hukum nonton film maupun bermain game yang di dalamnya menampilkan karakter yang berhubungan dengan unsur sihir.

Pada dasarnya hukum dasar sesuatu adalah mubah atau boleh termasuk tontonan, Buya Yahya mengatakan hal tersebut menjadi tidak boleh kalau ada yang terpengaruh dari tontonan tersebut.

Terlebih misalnya tontonan tersebut memuat hal-hal yang berbau kesyirikan, misalnya kekuatan sihir, aktivitas paranormal, berlaku pula pada game yang dimainkan memuat karakter dari mitologi dan lainnya, diterangkan Buya Yahya hal tersebut bukanlah hal terpuji untuk dilakukan.

Tontonan dapat mempengaruhi seseorang, sebab itu umat Islam dianjurkan menjaga pandangan dari apapun yang bersifat mengarah ke kemaksiatan.

Baca juga: Sholawat Burdatul Bushiri, Ceramah Buya Yahya Jelaskan Anjuran Bersholawat Digabung dengan Dzikir

Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Maret 2023, Ceramah Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Ganjaran Pahala

Buya Yahya menjelaskan seseorang yang menonton film perdukunan atau bermain game dengan karakter sihir tertentu, tak serta-merta seolah-olah berada di tempat dukun atau sedang mendatangi ilmu sihir seperti dalam film.

"Anggap saja misalnya kita cerita tentang perdukunan, apakah saya langsung jadi dukun? Kan tidak, sama saja dengan melihat, tidak langsung jadi dukun atau berdukun kepada seseorang. Namun menonton hal tersebut apakah terpuji? Nanti akan dikatakan tidak boleh apabila orang yang menonton itu akan terpengaruh," jelas Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Hal ini karena sebagian orang meyakini sesuatu berdasarkan tontonan, misalnya di kalangan masyarakat, sebagian percaya akan adanya roh gentayangan gara-gara cerita dan film.

Kemudian, suatu film dapat menyebabkan kesyirikan bukan dari menontonya, cenderung kepada alur cerita yang dapat merusak pemikiran, serta mengandung maksiat yang mana pemerannya membuka aurat.

"Kalau hanya sekadar menonton, dan penonton dipahamkan dengan adegan fiktif untuk edukasi sah-sah saja, yang tidak boleh ketika membuat terkagum-kagum, bahkan mempercayai," papar Buya Yahya.

Buya Yahya menekankan yang menjadi masalah jika pada alur cerita mempengaruhi pikiran dan hati umat muslim.

Karena suatu cerita memiliki efek yang luar biasa, mampu mengubah seseorang bisa menjadi baik atau bahkan sebaliknya.

"Sebagaimana dakwah-dakwah orang-orang terdahulu melalui kisah, sebab dari kisah itu nanti akan diyakini yang berisikan kisah-kisah yang kuat dan tajam, jangan sampai kita yang nonton magic atau sihir tiba-tiba percaya," ujar Buya Yahya.

Segala sesuatunya dikembali ke diri sendiri, apabila sekadar menonton suatu film tanpa mempengaruhi alam bawah sadar atau hati dan pikiran maka boleh saja dilakukan.

Seseorang yang membaca atau menonton ilmu sihir selama tidak mempercayai hal itu dan menganggap hanya bualan, namun ingin mengetahui isinya sah-sah saja.

"Namun harus waspada dengan dunia perfilman atau kisah, banyak istri yang menjadi curiga dengan suami setelah menonton sinetron yang mengajarkan kecurigaan, menggunjing, mencaci, maka jika terpengaruh maka haram menontonnya," ucap Buya Yahya.

Baca juga: Amalan Menjelang Ramadhan 2023, Ceramah Ustadz Adi Hidayat Sambut dengan Hati yang Luas dan Lapang

Baca juga: Aturan Islam Soal Rambut Pria, Ceramah Ustadz Abdul Somad Jabarkan Gaya Potong yang Dibolehkan

Bacaan yang dapat menangkal sihir di antaranya Surah Al-Fatihah dan Ayat Kursi

Bacaan Surah Al-Fatihah

 بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

ar-raḥmānir-raḥīm

Artinya: Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

māliki yaumid-dīn

Artinya: Yang menguasai di Hari Pembalasan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn

Artinya: Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

Artinya: (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Ayat Kursi

Bacaan Ayat Kursi atau surat Al Baqarah ayat 255

 ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

"Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum, la Huu maa fis samawaati wa maa fil ardh, mann dzalladzii yasyfa’u ‘inda Huu, illa bi idznih, ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyayim min ‘ilmi Hii illaa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuus samaawaati walardh, wa laa yauudlu Huu hifdzuhumaa, wa Huwal ‘aliyyul ‘adziiim”

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqoroh: 255)

Tonton Videonya

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved