UIN Antasari Banjarmasin

Hafizul Akhtar, Keturunan Banjar Malaysia Pertama yang Lulus di UIN Antasari Banjarmasin

Warga Malaysia keturunan Suku Banjar, Hafizul Akhtar, mengikuti wisuda Universitas Islam Negeri Antasari di Kampus 2 Kota Banjarbaru, Selasa (21/3).

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Warga Malaysia keturunan Suku Banjar, Hafizul Akhtar, mengikuti wisuda Universitas Islam Negeri Antasari di Kampus 2 Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (21/3/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tidak pernah terlintas di benak Khairol Salleh, anaknya bisa menjadi perintis, keturunan Banjar Malaysia pertama yang lulus kuliah di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.
 
Bahkan semua biaya putranya ditanggung mandiri, tanpa mengikuti beasiswa seperti mahasiswa luar negeri lainnya. Tak terhitung, berapa kali pulang pergi ke Kalimantan Selatan.
 
Khairol mengaku merasa bahagia bisa jalan-jalan di Banua, seiring nenek moyangnya yang memang berasal dari Banjar.
 
Apalagi di Malaysia sana, ia berada di Kota Bagan Serai di Negara Bagian Perak yang populasi penduduknya diisi mayoritas Suku Banjar.

"Senang, itulah sebab kita punya persaudaraan, berkah. Bila sudah ada mata rantai dua hal tu, supaya nanti menjadi contoh kepada yang akan datang, orang-orang Banjar di Malaysia, kalau mau menyambung universiti di Banjarmasin kita ada hubungan, boleh dipersilakan saja, dan dia sebagai perintis orang yang pertama menghabiskan," tegas Khairol Salleh bergembira dengan capaian anaknya di UIN Antasari Banjarmasin.

Ya, anaknya yang bernama Hafizul Akhtar, ditegaskannya adalah keturunan Banjar Malaysia pertama yang diwisuda di Kalimantan Selatan.

Harapan yang ada, bisa menjadi penghubung generasi muda lainnya di negeri seberang, apabila ingin melanjutkan studi ke negeri asal nenek moyang.

"Ingin mendalami Budaya Banjar, jadi kuliahnya di Banjar. Ceritanya dulu nenek moyang saya orang Kelua, Kabupaten Tabalong," cerita Hafiz.

Akhirnya, kini ia resmi lulus dari UIN Antasari setelah mengikuti Wisuda Sarjana ke-75 dan Wisuda Magister serta Doktor yang ke-45 di Kampus 2 di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalsel, Selasa (21/03/2023).

Hampir tujuh tahun ia lakoni menuntut ilmu pengetahuan di UIN Antasari Banjarmasin .

Waktu yang lama, lantaran tiga tahun kesulitan menuntaskan penelitian skripsi di Malaysia akibat ketatnya aturan pandemi.

Baru Desember 2022  bisa kembali ke Indonesia, menuntaskan administrasi akhir, melewati sidang ujian, dan kembali bertatap muka dengan teman-temannya, setelah lama hanya bersua via dunia maya.

"Orang-orang Banjar ramah-ramah, senang rasanya bisa mengenal budaya dari nenek moyang," ungkapnya.  (AOL/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved