Ekonomi dan Bisnis
Tekan Harga Bahan Pokok, Disdag Kalsel Lakukan Ini
Menekan harga bahan pokok di sejumlah daerah yang masih tinggi, Disdag Kalsel lakukan sejumlah langkah
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Menekan harga kebutuhan rumah tangga di pasaran yang masih terbilang tinggi, tentunya perlu peran pemerintah terutama pemerintah daerah agar harga tak bertahan tinggi.
H Birhasani MM Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, menjelaskan, ada beberapa upaya yang ditempuh dari sektor perdagangan.
"Pasar murah atau operasi pasar setiap bulan kita laksanakan terutama di daerah pencatatan inflasi dan juga ke semua kabupaten/kota se-Kalsel terutama menghadapi Idul Adha," jelasnya, Kamis (8/6/2023).
Daerah yang termasuk pencatatan inflasi itu, lanjut Birhasani, adalah Banjarmasin, Tanjung dan Kotabaru.
Baca juga: Harga Bahan Pokok Masih Tinggi, Pelaku Usaha Kuliner di Banjarbaru Keluhkan Keuntungan Makin Tipis
Baca juga: Harga Beras Telur, Cabai hingga Gula Rabu 17 Mei 2023, Merangkak Naik Bisa Jadi Referensi Membeli
Baca juga: Harga Telur Ayam Meroket di Banjarmasin, Warga Pilih Beli di Pasar Murah
Pasar murah tersebut dilaksanakan bekerjasama TPID (Tim Pemantau Inflasi Daerah) dan pemerintah daerah setempat.
"Kami juga melakukan monitoring perkembangan harga Bapok (bahan pokok) setiap hari kerja," terangnya.
Kemudian melakukan pendataan ketersediaan harga di tingkat distributor dan pasar besar.
Memonitor suplai barang dari luar daerah ke Kalsel melalui pelabuhan. Meningkatkan kerjasama perdagangan antara provinsi.
Melakukan kerjasama dan koordinasi dengan pelaku usaha dan inspeksi ke pasar dan gudang distributor secara berkala.
(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Telur-ayam-ras-belum-bergeser-diharga-Rp-32-ribukg.jpg)