Religi

Ustadz Abdul Somad Urai Cara agar Sabar Mendidik Anak, Hindari Lakukan Ini

Ustadz Abdul Somad paparkan cara yang benar dalam mendidik anak bagi muslim.

Penulis: Mariana | Editor: Achmad Maudhody
Youtube Tanya Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad paparkan pentingnya sifat sabar dalam mendidik anak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Ustadz Abdul Somad menjelaskan cara agar sabar dalam mendidik anak.

Sikap sabar dikatakan Ustadz Abdul Somad penting dalam mengembangkan pola asuh anak yang aman dianjurkan pula dalam syariat Islam.

Meski begitu bersikap sabar bukanlah hal mudah dilakukan, Ustadz Abdul Somad mengingatkan agar menghindari perkataan kotor atau sumpah serapah kepada anak.

Dalam mendidik anak bagi umat muslim ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar tumbuh kembangnya berjalan maksimal. Tak semua anak mudah untuk dididik, karena anak-anak memiliki watak yang berbeda satu sama lain.

Sebab itu, sebagai orangtua hendaknya mengasuh dan mendidik anak-anaknya berdasarkan aturan Islam.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Beberkan Langkah-langkah Hijrah, Diawali dengan Hal Ini

Ustadz Abdul Somad menjelaskan cara agar tetap sabar meski anak terkadang tidak sesuai dengan akhlak yang baik.

"Jangan keluar kata kasar, sepanas apapun hati seorang Ibu jangan pernah memanggil atau mendoakan anak dengan kata-kata yang buruk, sebab hal itu bisa menjadi doa dan bisa dikabulkan Allah SWT," terang Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Tanya Ustadz Somad.

Ustadz Abdul Somad pun menceritakan suatu ketika di masa Bani Israil sebelum Nabi Muhammad SAW, datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat

Sang Ibu pun memanggil Juraij sebanyak tiga kali dan tanpa jawaban, maka Ibu itu pun kesal dan mendoakan Juarij "Ya Allah sebelum Juraij meninggal semoga matanya melihat Pekerja Seks Komersial (PSK)".

Dilihat dari Juraij yang ahli ibadah orang shaleh tak mungkin jika dirinya melihat wanita demikian, namun ternyata doa Ibu dikabulkan Allah SWT.

Tak lama berselang ada seorang wanita PSK hamil dan mengaku dihamili oleh Juraij. Juraij pun difitnah oleh wanita itu.

"Akhirnya penduduk kampung datang, dan menyerang Juraij menyebut Juraij pembohong karena telah menghamili wanita itu, ketika anak itu lahir Juraij pun bertanya kepada bayi siapa ayahmu, bayi itu menjawab bapakku penggembala kambing," ujar Ustadz Abdul Somad.

Allah hanya ingin mengabulkan dosa si Ibu, akhirnya Juraij melihat wanita tunasusila.

Karena itu ucapan seorang Ibu harap dijaga sehingga tidak terjadi apa-apa kepada si anak, jika merasa kesal justru ucapkan doa yang baik-baik agar anak dapat berubah lebih baik.

"Lembutkan hatinya, lakukan shalat Tahajud malam, di sujud terakhir tapi jangan diucapkan dengan Bahasa Indonesia, nanti batal shalatnya," pesan Ustadz Abdul Somad.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Urai Bacaan Sholat Sunnah Hajat, Begini Tata Caranya

Selain itu bisa pula menjalankan shalat Hajat dan mendoakan sang anak agar berbakti dan menjadi anak shaleh dan shalehah.

"Doa Ibu sama dengan doa Nabi Muhammad SAW kepada umat, tidak ada doa yang lebih maqbul daripada doa Ibu," pungkas Ustadz Abdul Somad.

Melansir dari Bright Side via Tribunnews.com, berikut beberapa hal yang tidak boleh kita lakukan untuk anak-anak.

1. Bicara untuk mereka

Ketika seorang anak kecil ditanya, "Oh, siapa namamu?" lalu orangtua, ingin menjawab, "Ini Jason." Akan lebih baik jika kebiasaan ini berakhir begitu seorang anak belajar. berbicara.

Karena orangtua mengambil dari anak-anak kami kesempatan untuk menjawab sendiri. Anda dapat memberi petunjuk kepada anak tentang apa yang harus dikatakan jika mereka memintanya.

Tetapi anda pasti tidak boleh berbicara untuk mereka. Apa yang harus dilakukan? Lain kali ketika anda ingin berbicara untuk anak anda, cobalah untuk menghentikan diri sendiri. Biarkan mereka berbicara sendiri.

2. Menemaninya

Banyak orangtua mencoba berteman dengan anak-anak mereka dan mereka tidak ingin anak-anak mereka memiliki rahasia dari mereka.

Kita dapat dengan mudah memahami mengapa orangtua menginginkan ini, tetapi mari kita coba untuk melihat ini sedikit lebih dalam.

Apa itu teman? Ini adalah orang yang dapat anda ajak bicara dengan persyaratan yang sama. Ya, anda bisa mengatakan apa saja kepada teman. Namun, orangtua memiliki peran yang berbeda: mereka peduli dan mencintai kita.

Tidak perlu mencoba menjadi teman yang sangat dekat. Biarkan anak-anak mencari teman mereka sendiri di antara orang-orang seusia mereka. Ibu dan Ayah ada ketika anak-anak membutuhkan cinta dan dukungan.

Apa yang harus dilakukan? Katakan tidak untuk terlalu dekat dalam suatu hubungan. Belajarlah untuk saling mendukung dan menghormati.

3. Kemauan dan kebutuhan

Kita tahu betul bahwa brokoli jauh lebih sehat daripada permen dan bahwa sepatu baru lebih berguna daripada boneka.

Jadi kami mendikte anak-anak kami apa yang mereka inginkan. Apa yang menyebabkan hal-hal seperti itu terjadi? Mereka menekan keinginan mereka dan tujuan mereka.

Hal-hal seperti itu juga mengarah pada menjadi korban yang tidak bersalah atau bahkan pemberontakan terhadap semua orang. Apa yang harus dilakukan? Cari kebutuhan dan keinginan anak. Jika anda perlu mengajari mereka kebiasaan baik, jangan lakukan itu dengan kasar. Lakukan dengan santai.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Jabarkan Larangan-larangan saat Haji dan Umroh, Berikut Rukunnya

4. Terlalu banyak membantu

Anak-anak berusia 2 dan 3 tahun sudah dapat mengenakan dan menanggalkan pakaian yang berbeda, mencuci gelas, dan memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci.

Lebih dari itu, di usia ini, anak sangat ingin melakukannya sendiri. Apa yang harus dilakukan? Biarkan anak itu melakukan sebanyak mungkin sendiri.

5. Pilih selera mereka

Kami sering mencoba memaksakan selera musik, preferensi buku dan gaya pakaian pada anak-anak. Itu niat baik, tetapi mengurangi individualitas anak.

Dan dalam banyak kasus, itu mengarah pada protes di mana anak-anak melakukan sebaliknya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved