Religi

Benarkah Dilarang Bangun Rumah di Bulan Muharram? Buya Yahya Beri Pemaparan dalam Ceramahnya

Bagaimana membangun rumah saat bulan Muharram? apakah boleh? ini kata pendakwah Buya Yahya dalam satu ceramahnya

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
kanal youtube Buya Yahya
Buya Yahya. Bagaimana membangun rumah saat bulan Muharram, Simak penjelasan Buya Yahya 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Buya Yahya mengklarifikasi adanya isu atau mitos yang beredar, terkait larangan membangun rumah di bulan Muharram bagi umat Islam.

Ditegaskan Buya Yahya, semua bulan di kalender hijriyah adalah bulan baik untuk melakukan apapun termasuk mendirikan tempat tinggal.

Sehingga, Buya Yahya mengatakan hendaknya tidak memikirkan sesuatu yang tidak berdasar pada Alquran dan hadits.

Saat ini masih di penghujung bulan Zulhijjah 1444 Hijriyah, selanjutnya akan memasuki bulan dan tahun baru Muharram 1445 Hijriyah.

Bagi sebagian yang memiliki rezeki lebih kebanyakan membangun rumah yang besar, atau disesuaikan dengan budget dan luas lahan yang dimiliki.

Baca juga: Cara Menasihati Teman yang Bermaksiat, Buya Yahya Beri Penjelasan dalam Ceramahnya

Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Urai Makna dan Rahasia Bulan Al-Muharram, Imbau Jauhi Maksiat

Sebagian orang juga turut memperhatikan kapan waktu pembangunan rumah tersebut, bisa disesuaikan dengan ketersediaan dana atau berdasarkan perhitungan lainnya.

Buya Yahya menerangkan bulan apapun termasuk bulan Muharram, baik-baik saja dilakukan untuk membangun rumah, tidak mesti di bulan Zulhijah sebagaimana pendapat yang beredar.

"Kebetulan seseorang ada duitnya pas bulan Zulhijjah jadi bagus menurut dia membangun rumah di bulan itu, sementara pas di bulan Muharram belum ada duitnya. Semua bulan baik untuk membangun rumah," jelas Buya Yahya dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya menekankan tak perlu memikirkan bulan Muharram yang dianggap bulan tidak baik untuk membangun rumah, sebab kapan dan di bulan apapun bagus dan sah-sah saja membangun rumah.

Bisa dilakukan bulan Rajab, Sya'ban dan bulan lainnya bahkan bulan Ramadhan sekalipun.

"Di bulan Ramadhan bagus asal tukangnya tetap puasa Ramadhan, sama halnya dengan menikah tidak ada bulan yang tidak bagus, paling bagus adalah yang cepat dilaksanakan," papar Buya Yahya.

Buya Yahya menegaskan tidak ada bulan sengsara atau nyungsep atau bahkan sial, kerap disebut juga ada bulan kejepit, ia lantas menyebut bulan itu dengan sebutan kejepit barokah.

"Semua hari bagus jika dilakukan untuk kebaikan, kapan hari jelek, jika Anda gunakan untuk bermaksiat," pungkas Buya Yahya.

Mitos-mitos yang beredar di masyarakat tidak hanya mengenai bulan namun juga benda atau hewan.

Misalnya adanya kabar tentang kesialan yang menimpa seseorang ketika kejatuhan cicak di kepala.

Baca juga: Amalan Membaca Yasin di Malam Jumat, Ustadz Abdul Somad Beri Penjelasan

Baca juga: Buya Yahya Beri Nasihat bagi Fakir Miskin yang Ingin Berderma, Amalkan Hal Ini untuk Raih Pahala

Buya Yahya pun mengingatkan hendaknya sebagai kaum muslimin agar tidak memiliki keyakinan yang aneh-aneh di luar syariat.

"Musibah itu kalau kejatuhan kelapa, besi, atau benda berat lainnya, kalau kejatuhan cicak di kepala Anda itu normal atau hal yang biasa, untung saja bukan kejatuhan kambing sama gajah," ucap Buya Yahya.

Meski begitu, Buya Yahya menuturkan tak bisa dipungkiri sebagian orang memiliki sifat tathayyur berupa anggapan atau perasaan sial karena sesuatu, misalnya kejatuhan cicak di kepala, melihat atau mendengar bunyi burung, kijang, bintang, atau lainnya.

"Rumah-rumah normal memang ada cicak, yang repot di rumah Anda ada kambingnya lagi gelantungan di atas, yang kena musibah adalah cicaknya terpeleset dan jatuh, bukan Anda," kata Buya Yahya.

Justru kejatuhan cicak adalah hal yang tetap harus disyukuri, sebab cicak bukanlah sesuatu yang berat.

Nabi Muhammad SAW melarang tathayyur sebab bisa menjerumuskan umat Islam ke dalam kesyirikan.

"Di Indonesia, makin banyak berkembang jenis tathayyur ini, misalnya kalau ada suara burung gagak berarti ada orang meninggal, padahal tanpa adanya gagak juga meninggal dunia, jadi hendaknya tidak boleh berprasangka buruk yang demikian," ujar Buya Yahya.

Umat muslim senantiasa dianjurkan husnudzon atas apa yang dialami sebab selalu ada hikmah dari Allah SWT.

Namun umumnya keyakinan yang aneh-aneh cepat sekali berkembang di masyarakat dibandingkan kebenaran.

Salah satu yang mempengaruhi pemikiran seseorang dijelaskan Buya Yahya adalah berkumpul dengan perdukunan atau ilmu-ilmu sihir.

"Sebab itu kita sebagai hamba Allah tidak boleh su'udzon atas sesuatu, tetap berprasangka baik," imbau Buya Yahya.

Sesuai penjelasan dalam hadits berikut:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

Simak Videonya

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved