Berita Tabalong

Karhutla di Tabalong, 31,79 Hektar Lahan Terdampak Selama Agustus 2023

Sekretaris BPBD Kabupaten Tabalong, Joko menyebut ada 38 titik hotspot yang tersebar pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Tabalong.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Edi Nugroho
(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Satgas Karhutla Kabupaten Tabalong lakukan penanganan terhadap insiden Karhutla di lahan warga 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Tabalong terus dilakukan.

Sedikitnya, dalam beberapa waktu terakhir, disampaikan oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Tabalong, Joko, ada 38 titik hotspot yang tersebar pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Tabalong.

Semua titik hotspot tersebut langsung dilakukan pengecekan oleh Satgas Karhutla Kabupaten Tabalong. Apabila ditemukan adanya kebakaran maka langsung ditangani.

Dari 12 kecamatan di Kabupaten Tabalong, ada dua wilayah yang tidak terdampak Karhutla, yakni Kecamatan Muara Harus dan Kecamatan Pugaan. Namun pihaknya tetap siaga dimana pun Karhutla terdeteksi.

Baca juga: Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Birah Tala, Dua Pegiat Paralayang Sukses Terbang

Baca juga: DPP Dukung Pencalonan Prabowo di Pilpres 2024, PKB Banjarmasin Tunggu Instruksi Pusat

Sementara kecamatan yang paling rawan yakni Kecamatan Jaro, Bintang Ara dan Muara Uya, karena merupakan kawasan hutan dan semak belukar.

Adapun total luasan lahan yang telah terbakar selama Agustus ini untuk Kabupaten Tabalong kata Joko mencapai 31,79 hektar.

Dari sejumlah insiden Karhutla yang terjadi, Joko menerangkan penyebab utama adanya faktor alam dan non alam.

"Rata-rata insiden Karhutla disebabkan faktor alam, yakni adanya pergesekan tanah yang menimbulkan api. Sementara faktor non alam, tentu saja dari manusia," terang Joko, Minggu (13/8/2023).

Satgas Karhutla pun kata Joko saat ini sudah aktif di Posko Karhutla untuk selalu monitoring apabila ada kejadian. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan UPBS pada tiap desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Tabalong, sehingga mempercepat penanganan.

Baca juga: Peserta Festival Wisata Budaya Internasional ke Banjarbaru, Wisatawan Asing Diajak ke Pendulangan

Tidak kalah penting sejumlah sarana untuk penanganan Karhutla juga disiapkan. Selain itu, apabila Karhutla terjadi pada kawasan yang sulit terjangkau, pihaknya pun akan meminta bantuan dari Pemprov Kalsel, untuk water boombing.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved